Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Luar Negeri

Sosok Mullah Mohammad Hasan Akhund, Perdana Menteri Interim Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban

Dia berasal dari Kandahar yang juga merupakan tempat kelahiran Taliban. Saat ini, Akhund diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
BBC INDONESIA
Taliban mengeluarkan foto terbaru Perdana Menteri interim Afghanistan, Mullah Mohammad Hassan Akhund.(BBC) 

2. Mullah Baradar sebagai wakil PM

Abdul Ghani Baaradar atau dikenal Mullah Baradar adalah salah satu pendiri Taliban. Ia dibesaran di Kandahar, tempat kelahiran gerakan Taliban.

Di rezim pemerintahan baru Afghanistan Taliban, ia ditunjuk sebagai wakil perdana menteri.

Seperti kebanyakan orang Afghanistan, kehidupan Baradar selamanya diubah oleh invasi Soviet pada akhir 1970-an, mengubahnya menjadi pemberontak.

Dia diyakini telah berjuang berdampingan dengan ulama bermata satu Mullah Omar.

Keduanya kemudian mendirikan gerakan Taliban pada awal 1990-an, selama kekacauan dan korupsi dari perang saudara setelah penarikan Soviet.

Setelah rezim Taliban digulingan pada 2001 oleh pasukan yang dipimpin AS, Baradar diyakini berada di antara sekelompok kecil pemberontak yang mendekati pemimpin sementara Hamid Karzai dengan kesepakatan potensial yang akan membuat para militan mengakui pemerintahan baru Afghanistan.

Ditangkap di Pakistan pada 2010, Baradar ditahan sampai Amerika Serikat menekan untuk pembebasannya pada 2018 dan dipindahkan ke Qatar.

Di sinilah dia ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban, dan mengawasi penandatanganan perjanjian penarikan pasukan dengan Amerika Serikat.

3. Abdul Salam Hanafi sebagai wakil PM

Abdul Salam Hanafi, yang juga masuk dalam daftar hitam PBB, menjabat sebagai wakil menteri pendidikan pada masa pemerintahan Afghanistan Taliban dulu, dan secara efektif memblokir akses pendidikan untuk perempuan.

Untuk rezim Afghanistan Taliban sekarang, Hanafi ditunjuk sebagai wakil perdana menteri untuk Hassan.

Setelah kelompok milisi ini digulingkan dari Kabul pada 2001, ia ditempatkan di provinsi Jawzjan utara yang dikuasai Taliban, berbatasan dengan Uzbekistan.

Dewan Keamanan PBB juga menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba.

Hanafi sempat mendapat larangan perjalanan oleh PBB, kemudian dicabut untuk memungkinkan ia terlibat dalam pembicaraan damai di Doha.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved