Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Sosok Mullah Mohammad Hasan Akhund, Perdana Menteri Interim Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban

Dia berasal dari Kandahar yang juga merupakan tempat kelahiran Taliban. Saat ini, Akhund diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
BBC INDONESIA
Taliban mengeluarkan foto terbaru Perdana Menteri interim Afghanistan, Mullah Mohammad Hassan Akhund.(BBC) 

Rehbari Shura sendiri dibentuk setelah Taliban digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan akibat invasi militer pimpinan AS pada 2001.

Al Jazeera melaporkan, Akhund juga merupakan penulis dari beberapa karya tentang Islam.

Baca juga: 7 Pemimpin Taliban Siap Jalankan Pemerintahan Afghanistan, PM Mohammad Hassan, Berikut Profilnya

Baca juga: Taliban Umumkan Susunan Kabinet Pemerintahan, Ada yang Masuk Buronan FBI

Tokoh Kunci Taliban dalam Kabinet Kerja Rezim Pemerintahan Baru Afghanistan

Taliban pada Selasa (7/9/2021) mengumumkan kabinet kerja untuk pemerintahan baru Afghanistan, setelah merebut kekuasaan negara pada 15 Agustus.

Pertama, Mullah Mohammad Hassan Akhund, yang masuk dalam daftar sanksi PBB, ditetapkan sebagai perdana menteri.

Salah satu pendiri Taliban Abdul Ghani Baradar akan menjadi wakilnya bersama dengan Abdul Salam Hanafi, yang baru-baru ini berperan dalam pembicaraan damai di Doha.

Pekerjaan dan kepemimpinan Taliban telah lama diselimuti rahasia, bahkan ketika mereka berkuasa di Afghanistan pada 1996 hingga 2001.

Pada Selasa itu, belum semua pos kabinet diumumkan.

Sementara itu, berikut susunan kabinet Taliban dalam pemerintahan baru Afghanistan yang sudah dirilis, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (7/9/2021):

1. Mohammad Hassan Akhund sebagai perdana menteri

Mohammad Hassan Akhund adalah veteran milisi Taliban yang merupakan rekan dekat dan penasihat politik Mullah Omar, pendiri gerakan serta pemimpin tertinggi pertama.

Ia seorang anggota kelompok Dewan Tertinggi Taliban, yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri di rezim sebelumnya.

Ia ditempatkan dalam daftar sanksi Dewan Keamanan PBB yang terkait dengan "tindakan dan kegiatan" Taliban.

Di Kandahar, provinsi kunci Taliban, ia menjabat sebagai gubernur.

PBB mengatakan dia memiliki reputasi sebagai "salah satu komandan Taliban paling berhasil".

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved