Breaking News:

TNI Tangkap Dua Anggota KKB Papua, 5 Pucuk Senjata Diamankan, Dikepung di Sungai saat Perahu Rusak

 Setelah membawa kedua orang tersebut ke Koramil, dua anggota KKB kemudian diperiksa dan didapati beberapa barang bukti.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Senjata api milik anggota KKB Papua yang disita TNI 

Kemudian, dua buah Bendera "Buka" kecil, satu buah ketapel, satu lembar fotokopi KK, satu buku kartu kesehatan, dua lembar tiket pesawat, satu buah buku saku, delapan buah tas, dan satu buah tenda payung.

Kedua orang yang diduga anggota KKB tersebut ditahan di Koramil 1715-05/Batom.

Baca juga: Satgas Nemangkawi Tangkap Penyuplai Dana dan Senjata ke KKB Papua, 3 Pucuk Senpi Disita

Baca juga: Otak Penyandang Dana KKB di Yahukimo Papua Ditangkap, 3 Pucuk Senpi yang Dikubur Dalam Tanah Disita

Dari 5 pucuk senjata yang diamankan, di antaranya dua pucuk senjata api jenis M-16, salah satunya dilengkapi dengan pelontar granat, dan satu pucuk senapan laras panjang rakitan.

M-16 merupakan senjata api yang banyak digunakan di berbagai negara.

Mengutip force.net (21/10/2019), M-16 masih digunakan di 15 negara NATO dan lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Senapan M-16 merupakan senapan serbu yang dikembangkan sebagai AR-15 oleh insinyur Amerika Eugene Stoner dari ArmaLite Inc. pada akhir 1950-an.

Senapan ini mendapat nilai tinggi karena bobotnya yang ringan, akurasinya, dan volume tembakan yang bisa diberikannya.

Senjata ini adalah senapan yang terus-menerus melayani militer Amerika dalam sejarahnya.

Sementara itu, diperkirakan lebih dari 8 juta varian M-16 dan M-16 telah terjual.

Hadirnya M-16 bermula ketika Perang Dunia II berakhir, Amerika Serikat ingin mengganti senapan semi-otomatis dan otomatis yang sudah tua seperti M-1 Garand dan senapan mesin ringan M3, yang telah membantu Sekutu memenangkan perang.

Senjata- senjata tersebut memang dapat diandalkan, kuat dan akurat tetapi berat dan tidak mampu menghadapi kelompok musuh yang lebih besar.

Prajurit infanteri Amerika yang bertempur di Korea sering menghadapi pejuang musuh dalam situasi jarak dekat.

Kondisi itu tidak cocok dengan senapan yang dirancang untuk penggunaan jarak jauh, seperti M-1 Garand Rifle.

Sifat global dari konflik Amerika juga berarti militer menginginkan senapan yang bisa serbaguna dan bekerja di berbagai lingkungan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved