Breaking News:

Berita Internasional

Peringatan dari Badan Obat Eropa, Virus Corona Varian Mu Bisa Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Delta

"Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang lolos yang mungkin ditunjukkannya."

Editor: Ibrahim Aji
Republic World
Varian Delta Virus Corona Lebih Berbahaya, Banyak Menyerang Orang Berusia Muda 

"Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang lolos yang mungkin ditunjukkannya."

SERAMBINEWS.COM, DEN HAAG - Badan Obat Eropa (EMA) mengingatkan seluruh masyarakat atas ancaman virus corona varian Mu.

Meski belum ada data yang menunjukkan hal itu, namun BPOM-nya Eropa itu memperkirakan varian Mu bisa lebih mengkhawatirkan.

Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 dan secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621, diklasifikasikan awal bulan ini sebagai varian of interest (VoI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

EMA, sementara terutama berfokus pada varian Delta yang sangat menular, "juga mencari varian lain yang mungkin menyebar, seperti Lambda (diidentifikasi di Peru) dan baru-baru ini Mu," kata Kepala Strategi Vaksin EMA Marco Cavaleri.

"Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang lolos yang mungkin ditunjukkannya," ungkapnya dalam konferensi pers, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca juga: Dilarang Jabat Presiden 2 Periode, Rodrigo Duterte Resmi Menjadi Cawapres Filipina Untuk Pemilu 2022

Baca juga: Main di Parit Usai Hujan Berhenti, Balita di Aceh Tamiang Ditemukan Meninggal dalam Gorong-gorong

Regulator yang berbasis di Amsterdam, Belanda, yang memeriksa obat-obatan untuk 27 negara anggota Uni Eropa, akan berdiskusi dengan pengembang vaksin tentang efektivitasnya saat ini dalam menangani varian Mu, Cavaleri menyebutkan.

"Namun, saya harus mengatakan, kami belum memiliki data yang akan menunjukkan bahwa varian Mu menyebar sebanyak varian Delta, dan apakah itu akan memiliki peluang untuk menyalip varian Delta sebagai strain dominan," ujar dia.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, bermutasi dari waktu ke waktu.

Kebanyakan mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali, tetapi beberapa bisa memengaruhi sifat virus termasuk seberapa mudah mereka menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin.

Baca juga: Polisi Bantah Kebakaran Lapas Tangerang Dipicu Bentrokan Geng Napi Narkoba, Korban Meninggal Jadi 44

Baca juga: VIDEO - Sidang Kasus Pembakaran Kantor Bupati Bireuen, Terdakwa Dihukum 9 Tahun Enam Bulan Penjara

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang masuk kategori varian of concern (VoC), termasuk Alpha yang ada di 193 negara dan Delta yang ada di 170 negara. Lima varian, termasuk Mu, masuk kategori VoI.

Setelah terdeteksi di Kolombia, Mu telah dilaporkan di negara-negara Amerika Selatan lainnya dan Eropa.

WHO menyatakan, prevalensi global varian MU telah menurun hingga di bawah 0,1 persen di antara kasus-kasus berurutan. Di Kolombia, bagaimanapun, prevalensinya mencapai 39 persen.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Badan Obat Eropa: Varian Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan dibanding Delta"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved