Minggu, 26 April 2026

Karhutla

BPSDM Kemendagri Gelar Webinar Manajemen Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Teknologi

Lahan gambut merupakan tempat cadangan karbon yang besar, terbentuk dari tumpukan serpihan kayu yang terendam air sekitar tahun 9.600 sebelum Masehi.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi 

Selain itu, pengeringan lahan gambut sering dilakukan secara sengaja untuk mengubah gambut menjadi lahan industri pertanian dan perkebunan. 

"Pembukaan pertanian, perkebunan dapat mengubah kelembaban udara atau tanah. Akibatnya tanah akan terekspos langsung dengan cahaya matahari," ujarnya. 

Menyikapi ini, petugas Damkar bisa memanfaatkan Informasi teknologi, guna mencegah risiko tersebut. Petugas bisa memantau kondisi iklim melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Hotspot (titik api) muncul meningkat saat kemarau. Biasanya kemarau itu terjadi pada Maret, April, Juli sampai September," ucapnya.

Berdasarkan karakternya, panas kebakaran gambut seperti menyalakan batang rokok. Kecepatannya tergantung dengan kondisi lahan. Jika relatif kering, gambut akan cepat terbakar.

"Api akan terlihat setelah ada pohon kering yang terbakar," katanya.

Untuk mencegah kekeringan lahan gambut, petugas perlu melakukan operasi keselamatan lebih dini. Misalnya memperbanyak kegiatan penghijauan. Hal itu berguna agar air yang ada di dalam dump atau rawa tidak cepat hilang.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved