Minggu, 19 April 2026

Internasional

Arab Saudi Setelah Serangan 11 September 2001, Sebuah Negara dengan Perubahan Besar

Kerajaan Arab Saudi sudah jauh berbeda seusai serangan 11 September 2001 di New York, AS. Semua, kecuali empat dari 19 pembajak merupakan warga neg

Editor: M Nur Pakar
Sumber: Saudi Press Agency
Rombongan pertama tentara perempuan Arab Saudi lulus dari Pusat Pelatihan Kader Perempuan Angkatan Bersenjata Rabu, (01/09/2021) (Sumber: Saudi Press Agency) 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Kerajaan Arab Saudi sudah jauh berbeda seusai serangan 11 September 2001 di New York, AS. .

Semua, kecuali empat dari 19 pembajak merupakan warga negara Arab Saudi.

Kerajaan Arab Saudi adalah tempat kelahiran Osama bin Laden, kepala Al-Qaeda dan dalang serangan 20 tahun lalu.

Dilansir AP, Minggu (12/9/2021), dalam dua dekade sejak itu, Arab Saudi telah menghadapi Al-Qaeda di tanahnya sendiri.

Kemudian, mengubah buku pelajarannya, bekerja mencegah pendanaan teror dan bermitra dengan Amerika Serikat untuk melawan terorisme.

Namun, tidak sampai lima tahun terakhir, kerajaan mulai mundur dari ideologi agama yang menjadi dasar pendiriannya, Wahhabisme,

Sebuah interpretasi ketat Islam yang membantu melahirkan generasi mujahidin. .

Bagi banyak warga Amerika Serikat, Arab Saudi akan selamanya dikaitkan dengan serangan 9/11 yang menyebabkan 3.000 orang.

Hingga hari ini, keluarga korban berusaha meminta pertanggungjawaban pemerintah Arab Saudi.

Bahkan mendorong Presiden Joe Biden untuk membuka dokumen tertentu yang terkait dengan serangan itu.

Meskipun Arab Saudi bersikeras segala tuduhan keterlibatan sangat salah.

Para keluarga korban penembakan 2019 di sebuah pangkalan militer Florida dan juga menuntut Arab Saudi ganti rugi.

Mengklaim kerajaan tahu perwira Angkatan Udara Saudi telah diradikalisasi dan dapat mencegah pembunuhan itu.

Kemitraan erat Arab Saudi dengan Amerika Serikat, termasuk kehadiran pasukan Amerika di kerajaan itu setelah Perang Teluk pertama.

Membuat kepemimpinannya menjadi sasaran kelompok-kelompok ekstremis.

Baca juga: Dua Pejabat Arab Saudi Dituduh Bantu Dua Pembajak Serangan 11 September 2001 Saat di Amerika Serikat

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved