Internasional
Dua Pejabat Arab Saudi Dituduh Bantu Dua Pembajak Serangan 11 September 2001 Saat di Amerika Serikat
Sebuah dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkapkan keterlibatan dua pejabat rendahan Arab Saudi dalam serangan 11 September 2001.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sebuah dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkapkan keterlibatan dua pejabat rendahan Arab Saudi dalam serangan 11 September 2001.
Dokumen mengungkapkan informasi baru yang menyatakan dua pejabat Arab Saudi tingkat rendah yang berbasis di California membantu dua pembajak ketika tiba di Amerika Serikat.
Keduanya, Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Mihdhar, yang berada di penerbangan American Airlines yang menabrak Pentagon.
Tetapi 28 halaman itu hampir tidak definitif.
Dilansir AP, Jumat (10/9/2021), penyelidik memperingatkan saat itu, sebagian besar adalah materi mentah, tidak diperiksa yang dirancang untuk tujuan penyelidikan lebih lanjut.
"Sementara di Amerika Serikat, beberapa pembajak 11 September 200 melakukan kontak dan dukungan atau bantuan dari individu terkait pemerintah Saudi," kata dokumen itu.
Yang pertama adalah Omar al-Bayoumi, yang memberikan bantuan substansial kepada al-Hazmi dan al-Mihdhar setelah bertemu di sebuah restoran.
Baca juga: Pembangunan Kembali Gedung WTC Belum Rampung, Setelah 20 Tahun Dihancurkan Oleh Al-Qaeda
Pada saat itu, al-Bayoumi melakukan kontak dengan entitas pemerintah Saudi di AS.
Kemudian, menerima uang dari perusahaan Arab Saudi yang terkait dengan kementerian pertahanan kerajaan.
Sumber-sumber FBI menuduh mungkin seorang perwira intelijen Arab Saudi.
"Dukungan ini meningkat secara substansial pada April 2000, dua bulan setelah pembajak tiba di San Diego," kata dokumen yang tidak diklasifikasikan.
Dia membantu dua pembajak menemukan sebuah apartemen, menandatangani kontrak sewa dan membayar uang jaminan, menurut laporan Komisi 9/11.
Al-Bayoumi juga diduga menghubungkan mereka dengan pria lain, Modhar Abdullah.
Membantu mereka mendapatkan SIM dan menemukan sekolah penerbangan.
Baca juga: Taliban Diduga Berikan Tempat Perlindungan kepada Al Qaeda
Di sebuah surat kepada Kongres pada 2005, Direktur CIA dan FBI mengatakan tidak memiliki bukti al-Bayoumi secara sengaja membantu para pembajak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-as-george-w-bush-dengan-laporan-runtuhnya-wtc.jpg)