Minggu, 19 April 2026

Internasional

Arab Saudi Setelah Serangan 11 September 2001, Sebuah Negara dengan Perubahan Besar

Kerajaan Arab Saudi sudah jauh berbeda seusai serangan 11 September 2001 di New York, AS. Semua, kecuali empat dari 19 pembajak merupakan warga neg

Editor: M Nur Pakar
Sumber: Saudi Press Agency
Rombongan pertama tentara perempuan Arab Saudi lulus dari Pusat Pelatihan Kader Perempuan Angkatan Bersenjata Rabu, (01/09/2021) (Sumber: Saudi Press Agency) 

Tetapi ada pertanyaan tentang ke mana jalan baru ini akan mengarah.

“Ada banyak pintu yang bisa dilalui orang,” kata Fageeh.

"Tantangannya, bagaimana kita mengintegrasikan semua bagian kita di masa lalu, masa kini dan masa depan kita?" jelasnya.

Dalam dua dekade sejak 9/11, Arab Saudi dan dunia telah dibentuk kembali oleh media sosial, internet, dan konektivitas global.

Namun, di Arab Saudi, ada juga pergeseran generasi besar-besaran.

Lebih dari sepertiga penduduk Arab Saudi berusia di bawah 14 tahun, lahir beberapa tahun setelah 9/11 dan lebih dari 60% berusia di bawah 35 tahun.

Semua menjadi dewasa setelah serangan 11 September 2001.

Baca juga: 11 September 2001 Amerika Serikat Bersatu, 20 Tahun Kemudian Terpecah-Belah

Mereka, seperti putra mahkota berusia 36 tahun, bahkan tidak lahir ketika Shah Iran digulingkan pada 1979 dan digantikan oleh rezim Syiah anti-AS dan anti-Saudi.

Pada tahun yang sama, ekstremis Muslim Sunni mengepung Mekkah, situs paling suci Islam.

Penguasa Saudi menanggapi peristiwa tahun itu dengan memberdayakan garis keras dan membiarkan Wahhabisme membentuk kehidupan di Arab Saudi.

Perebutan kekuasaan antara Arab Saudi dan Iran muncul, yang terus berlanjut dalam perang proksi sektarian di Timur Tengah.

Baru-baru ini seperti perang saudara Suriah yang masih berlangsung.

Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya juga didorong atau menutup mata mempersenjatai, membiayai dan merekrut pejuang jihad yang memerangi milisi Syiah dan pejuang dukungan Iran.

Tetapi upaya bersama Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Pakistan pada 1980-anlah yang mungkin bergema paling keras hari ini.

Bertahun-tahun sebelum kewarganegaraan Arab Saudi dicabut, bin Laden dan mujahidin lainnya dipersenjatai dan dibiayai oleh CIA dan kerajaan.

Dengan tujuan mengalahkan Uni Soviet di Afghanistan selama Perang Dingin.

Bertahun-tahun kemudian, bin Laden akan merencanakan serangan 9/11 dari pangkalan al-Qaida di Afghanistan yang dilindungi oleh Taliban.

Sebuah kelompok yang, beberapa minggu lalu, kembali berkuasa.

Baca juga: Pimpinan Al-Qaeda Andalkan Kelompok Inti Sebagai Fasilitator Keuangan Serangan 11 September 2001

Ketika menilai Arab Saudi, kata Dergham, lihat kepentingan strategis yang lebih luas yang telah lama menopang hubungan AS-Saudi.

“Orang Amerika hanya berpikir Arab Saudi sama dengan 9/11,” katanya.

“Kau tahu, bangun dan cium aroma mawar," tambahnya.

"Ini telah menjadi kemitraan, aliansi dengan Amerika Serikat selama bertahun-tahun,” tutupnya.(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved