Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

Dikabarkan Telah Tewas, Pemimpin Al-Qaeda Muncul Lewat Video saat Peringatan Serangan 11 September

Rekaman video itu dirilis bertepatan dengan peringatan 20 tahun serangan 9/11 atau serangan 11 September yang dilakukan Al-Qaeda.

Editor: Faisal Zamzami
Via Kompas
Pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri. 

Meski sempat meredup, perginya tentara AS dari Afghanistan diyakini bakal membuat Al-Qaeda kembali muncul.

Baca juga: Pimpinan Al-Qaeda Andalkan Kelompok Inti Sebagai Fasilitator Keuangan Serangan 11 September 2001

Baca juga: Pembangunan Kembali Gedung WTC Belum Rampung, Setelah 20 Tahun Dihancurkan Oleh Al-Qaeda

Pemimpin Baru Al-Qaeda Disebut Lebih Berbahaya dan Sadis Dibandingkan Osama Bin Laden

Kelompok teroris Al-Qaeda memiliki sosok pemimpin baru dalam diri Saif Al-Adel, menggantikan Osama Bin Laden yang tewas 2011.

Namun, sosok Saif digambarkan lebih berbahaya serta sadis dibandingkan dengan Bin Laden.

Bahkan keberadaannya sebagai pemimpin baru Al-Qaeda diyakini membuat kelompok teroris itu akan menjadi lebih kuat.

Seperti dikutip dari Mirror, Saif diketahui sebagai seorang mantan jenderal militer,

Dia dikenal brilian dan ahli strategi yang kejam, dan diyakini akan mengambil kendali sepenuhnya dari Ayman Zawahiri, yang dirumorkan telah tewas.

Selain itu, Saif juga dijuluki sebagai Pedang Pembalasan. Perubahan kepemimpinan membuat intelijen seluruh dunia bersiap untuk gerakan baru Al-Qaeda.

Intelijen Inggris dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memonitor pergerakan Saif selama bertahun-tahun.

Sosoknya terlibat dalam segala gerakan penghancuran yang dilakukan Al-Qaeda pada tiga dekade terakhir.

Mantan ahli kontraterorisme FBI, Ali Soufan menuliskan bahwa Saif adalah Emir ketiga dari Al-Qaeda.

“Status Saif yang dihormati serta pengalamannya yang mendalam sebagai seorang intelijen militer dan pemimpin keamanan serta perencana teroris membuatnya menjadi Emir yang berpotensi berbahaya,” kata Soufan.

Sementara itu, salah seorang yang mengenal Saif, menggambarkannya sebagai sosok yang berdarah dingin.

“Sangat sedikit pengaruh yang dirasakannya atas kematian orang tak bersalah,” kata sumber tersebut mengenai mantan kepala unit perlindungan pribadi Bin Laden tersebut.

AS pun memberikan hadiah buruan sebesar 10,4 juta dolar AS atau setara Rp148 miliar bagi siapa pun yang bisa menangkap Saif, yang masuk dalam daftar buronan FBI.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved