Selasa, 21 April 2026

Kupi Beungoh

Menelisik Manuver Politik Incumbent di Muskot PMI Banda Aceh

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh akan menggelar Musyawarah Kota (Muskot) pada akhir September ini.

Editor: Amirullah
ist
Khairul Halim 

Oleh: Khairul Halim *)

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh akan menggelar Musyawarah Kota (Muskot) pada akhir September ini.

Tetapi ada sesuatu yang aneh dan menarik untuk dicermati, terutama menjelang pelaksanaan Muskot.

Hal itu tak lain karena adanya beberapa manuver yang dilakukan oleh incumbent atau Ketua PMI Banda Aceh saat ini.

Tujuannya tentu agar bisa terpilih kembali sebagai Ketua PMI Kota untuk periode yang keempat kalinya.

Dimana hal itu mendapat penolakan dari kalangan relawan Korps Sukarela (KSR) Mahasiswa Perguruan Tinggi.

Mereka menginginkan adanya penyegaran dan kaderisasi kepemimpinan di PMI Kota Banda Aceh.

Tiga periode sudah incumbent memimpin PMI Kota Banda Aceh, apa tak ada kader lain yang pantas duduk di posisi tersebut?

Penolakan di kalangan relawan PMI mahasiswa ini ternyata dibaca oleh incumbent.

Beberapa manuver dilakukan, di antaranya dengan menggulirkan isu pemilihan ketua Tenaga Sukarela (TSR).

Maksudnya tentu sudah bisa ditebak.

Baca juga: Dahsyatnya Mengonsumsi Pisang di Pagi Hari Menurut Dokter Zaidul Akbar, Simak Penjelasannya!

Baca juga: 2 Hari Tak Nampak, 3 Orang Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Bawah Tumpukan Pakaian

Tak lain agar ketua terpilih nanti sesuai dengan keinginan incumbent dan dipersiapkan untuk kepentingannya juga.

Tidak cukup sampai di situ. Banyak lagi cara lain yang dilakukan, yaitu dengan memaksakan dukungan dari Ketua KSR kepada incumbent.

Hal itu dialami langsung oleh Ketua KSR PMI UIN Ar-Raniry, Zulfahmi.

Kepada saya, Fahmi mengaku disodorkan surat pernyataan dukungan di atas surat bermaterai 10.000.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved