Breaking News:

Berita Banda Aceh

Dinkes Aceh Tanggapi Dosis Vaksin Terbuang di Agara, Begini Penjelasannya

“Dosis yang sudah dibuka bisa bertahan 6 jam. Bisa saja disuntik setelah lewat enam jam, tapi suntik kosong, tidak menimbulkan manfaat lagi,” katanya.

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
Foto: dinkes.acehprov.go.id
Koordinator vaksinasi massal Pemerintah Aceh yang juga Kabid P2P Dinas Kesehatan Aceh, dr Iman Murahman di lokasi vaksinasi Banda Aceh Convention Hall. 

“Dosis yang sudah dibuka bisa bertahan 6 jam. Bisa saja disuntik setelah lewat enam jam, tapi suntik kosong, tidak menimbulkan manfaat lagi,” katanya. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, menanggapi berita “Seribuan Dosis Vaksin Terbuang dan Rusak” di Aceh Tenggara. 

Dia tak menampik bahwa seperti diberitakan, sebanyak 1.921 dosis vaksin sinovac di Aceh Tenggara terbuang dan rusak.

“Ya wajar lah, itu jumlah sejak Januari sampai ke September, ya wajar lah sampai 1.900 yang tidak terpakai,” katanya saat dihubungi Serambinews.com kemarin. 

Namun, Iman menjelaskan, bahwa dosis itu bukan dibuang atau sengaja tidak terpakai, melainkan memang tidak bisa dipakai lagi. 

Dia menyebutkan, satu vial dosis vaksin Sinovac bisa menyuntik 10 orang.

Jika dosis yang telah dibuka, namun sasaran vaksinasi tidak tercapai, maka dosis itu bisa disimpan tidak lebih dari enam jam.

Baca juga: Seribuan Dosis Vaksin tak Bisa Dipakai, Komisi V DPRA Sorot Kinerja Pemerintah  

Jika melewati enam jam, katanya, maka dosis tersebut tak lagi bermanfaat jika disuntik, karena sudah tidak lagi menimbulkan kekebalan dalam tubuh. 

Karena itulah, ada dosis vaksin yang terbuang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved