Rabu, 8 April 2026

Internasional

Jerman Minta Dunia Bantu Rakyat Afghanistan, Jika Taliban Hormati Hak=-hak Perempuan

Pemerintah Jerman akan memberi bantuan ke Afghanistan, jika Taliban menghormati hak-hak perempuan. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyampaikan

Editor: M Nur Pakar
dw.com
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Pemerintah Jerman akan memberi bantuan ke Afghanistan, jika Taliban menghormati hak-hak perempuan.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyampaikan hal itu di depan Dewan PBB PBB di Jenewa, Swiss, Senin (13/9/2021).

Dia mengatakan dunia memiliki kewajiban moral untuk terus membantu rakyat Afghanistan.

Dia mengatakan Jerman akan meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan.

Dilansir AP, bantuan akan diberikan, jika berlanjutnya hak-hak perempuan dihormati.

“Kami menuntut Taliban menghormati hak asasi manusia, khususnya hak-hak perempuan dan anak perempuan,” kata Maas.

Baca juga: Jerman Tidak Yakin Dengan Pemerintahan Baru Taliban

Dia mengatakan itu akan menjadi patokan bersama mitra dalam menentukan keterlibatan di masa depan dengan pemerintah Afghanistan yang baru.

Bahkan, katanya, termasuk kemungkinan bantuan pembangunan infrastruktur.

Dia juga mengkritik keputusan Taliban untuk mengecualikan kelompok lain dari pemerintah sementara yang baru diumumkan.

Maas mengatakan itu bukan sinyal yang tepat untuk kerjasama internasional dan stabilitas di Afghanistan.

Juga pada Senin (13/9/2021), pesawat Pakistan International Airlines yang dipetakan oleh Bank Dunia mendarat di bandara Kabul untuk mengevakuasi lebih banyak orang.

Abullah Hafeez Khan, juru bicara maskapai itu mengatakan Pakistan sempat menghentikan penerbangan komersial ke Kabul karena alasan keamanan.

Baca juga: Pangkalan Udara AS di Jerman Jadi Rumah Sementara Anak-anak Afghanistan Tanpa Orangtua

Bahkan, maskapai tidak memiliki rencana untuk melanjutkan penerbangan komersial.

Pada Kamis (10/9/2021) lalu, sekitar 200 warga asing, termasuk Amerika, meninggalkan Afghanistan dengan penerbangan Qatar Airways dari Kabul.

Hal itu seusai ada kesepakatan sama dengan Taliban dan menjadi keberangkatan skala besar pertama sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan pada 30 Agustus 2021.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved