Breaking News:

Internasional

Menteri Luar Negeri Prancis Tuduh Taliban Berbohong, Perkataan dengan Tindakan Berbeda

Pemerintah Prancis menyatakan Taliban berbohong untuk menetapi janji-janjinya seusai merebut Kabul pada 15 Agustus 2021.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat berpidato pada konferensi pers pertama di Kabul pada 17 Agustus 2021 setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban. (Foto: AFP) 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis menyatakan Taliban berbohong untuk menetapi janji-janjinya seusai merebut Kabul pada 15 Agustus 2021.

Prancis menyatakan tidak akan memiliki hubungan apapun dengan pemerintah yang baru dibentuk Taliban.

Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan sebelum menuju pembicaraan di Qatar pada Minggu (12/9/2021) untuk membahas evakuasi dari Afghanistan.

"Mereka mengatakan akan membiarkan beberapa orang asing dan warga Afghanistan pergi dengan bebas," kata Le Drian di France 5 TV.

"Mereka berbicara tentang pemerintahan yang inklusif dan representatif, tetapi mereka berbohong," tambahnya.

Baca juga: Prancis Tolak Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

"Prancis menolak mengakui atau memiliki hubungan apapun dengan pemerintahan ini," tegasnya.

"Kami menginginkan tindakan dari Taliban dan mereka membutuhkan ruang bernafas ekonomi dan hubungan internasional," katanya.

"Terserah mereka maunya apa," ucapnya, seperti dilansir Reuters, Senin (13/9/2021).

Paris telah mengevakuasi sekitar 3.000 orang dan telah mengadakan pembicaraan teknis dengan Taliban untuk memungkinkan keberangkatan tersebut.

Le Drian, yang sedang menuju ke ibu kota Qatar, Doha mengatakan masih ada beberapa warga Prancis dan warga Afghanistan di Afghanistan.(*)

Baca juga: PBB Peringatkan Ancaman Pembalasan Taliban, Pesawat Charteran Terbangkan Ratusan Orang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved