Luar Negeri

Pasukan Taliban Penggal Kepala Tentara Afghanistan, Merayakan Sambil Memuji Pemimpin Mereka

Video itu juga berisi pujian kepada pemimpin mereka dan merayakannya sambil memegangi kepala korban yang terpenggal dengan rambutnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP
Anggota Taliban mendirikan pos pemeriksaan di Kabul, Afghanistan. 

Tentara Afghanistan yang terbaring di tanah itu mengenakan seragam hijau tua yang biasanya ditugaskan ke tentara nasional Afghanistan oleh pasukan AS. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL –  Pasukan Taliban telah dituduh secara brutal memenggal kepala seorang tentara Afghanistan

Hal itu diketahui seusai rekaman video perayaan dengan kepala terpenggal bocor dari internal Taliban dan beredar secara luas di online.

Video itu juga berisi pujian kepada pemimpin mereka dan merayakannya sambil memegangi kepala korban yang terpenggal dengan rambutnya.

Melansir dari Mirror.com, Senin (13/9/2021), sebuah video berdurasi 36 detik itu pertama kali dilaporkan diunggah di ruang obrolan pribadi Taliban.

Belum diketahui kapan video itu direkam, tetapi muatan video tersebut diposting di ruang obrolan internal Taliban sekitar seminggu yang lalu.

Baca juga: PBB Peringatkan Ancaman Pembalasan Taliban, Pesawat Charteran Terbangkan Ratusan Orang

Baca juga: Taliban Tuding AS Langgar Kesepakatan dan Campuri Urusan Internal Afghanistan

Dalam video tersebut, enam milisi Taliban terlihat berdiri di sekitar tentara, yang berbaring telentang di tanah dengan kepala di atas dadanya. 

Lima dari milisi Taliban itu terlihat membawa senapan, dan seorang lainnya terlihat memegang dua pisau berdarah di satu tangan.

Tentara Afghanistan yang terbaring di tanah itu mengenakan seragam hijau tua yang biasanya ditugaskan ke tentara nasional Afghanistan oleh pasukan AS. 

Dalam terjemahan dari Pashto yang disediakan oleh sumber militer AS, para pria itu terdengar meneriakkan, "Mujaheddin!"

Mereka kemudian melanjutkan dengan berteriak, "Tuhan itu besar dan panjang umur untuk Amirul momeneen Mullah Haybat Uallah Akhunzada!"

Mujaheddin mengacu pada pejuang gerilya dalam bahasa Arab, dan "Ameer ul momeneen" adalah ungkapan sayang. 

Baca juga: Taliban Ungkap Alasan Tak Ada Menteri Perempuan di Pemerintahan Baru Afghanistan

Sementara itu, Mullah Haybat Uallah Akhunzada adalah pemimpin tertinggi Taliban.

"Tembak dia! Dia harus ditembak," teriak pemimpin pasukan di akhir video dan para pejuang berbaris untuk menembak korban tak dikenal itu.

Melansir dari Latin Times, Periwira Jenderal Don Bolduc, Komandan Operasi Khusus AS, menyebut orang-orang ini melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak ada artinya dibandingkan dengan kelompok lain dalam sejarah. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved