Breaking News:

Luar Negeri

Prancis Tolak Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian, pada Sabtu (11/9/2021) mengatakan Taliban pembohong sebelum pembicaraan di Qatar.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
AFP/WAKIL KOHSAR
Anggota unit militer Taliban Badri 313 mengamankan bandara mengenakan seragam militer AS, di Kabul, Selasa (31 Agustus 2021), setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang brutal selama 20 tahun -- perang yang dimulai dan diakhiri dengan kelompok Islam garis keras. Dalam kekuatan. (Wakil KOHSAR/AFP) 

Pejabat Pentagon mengungkapkan beberapa anggota pemerintah sementara Afghanistan, termasuk Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani termasuk dalam daftar hitam AS, kata juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Haqqani, putra mantan pemimpin dan menteri Taliban Jalaluddin Haqqani, masih menjadi buronan dengan imbalan hadiah USD5 juta yang diumumkan oleh AS.

Mujahid menegaskan bahwa "Keluarga Haqqani adalah bagian dari Taliban “dan tidak memiliki nama atau susunan organisasi yang terpisah.”

Di bawah perjanjian Februari 2020 yang ditandatangani di Doha oleh Taliban dan AS, semua pejabat Taliban “tanpa kecuali … seharusnya dikeluarkan dari daftar hitam PBB dan AS, sebuah permintaan yang masih berlaku,” tutur dia.

Posisi AS saat ini adalah "pelanggaran yang jelas terhadap Perjanjian Doha yang bukan untuk kepentingan AS maupun Afghanistan," sebut jubir Taliban.

Kelompok itu mengutuk keras AS dan negara-negara lain karena "membuat pernyataan provokatif seperti itu dan mencoba mencampuri urusan dalam negeri Afghanistan," sebut pernyataan itu.

"Pernyataan para pejabat AS seperti itu adalah pengulangan dari eksperimen yang gagal di masa lalu dan posisi seperti itu merugikan Amerika," kata pejabat Taliban itu.

“Kami mendesak agar kebijakan yang salah ini segera dibalik melalui interaksi diplomatik,” tukas dia. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: VIDEO POPULER Ibu Muda Aceh Utara di Medan, Bawa Obor Keliling Desa sampai Macet PPKM di Lhokseumawe

Baca juga: BERITA POPULER - Ekonomi Timor Leste Terpuruk, Nekat Nikahi Ayah Kandung hingga Pemuda Gauli IRT

Baca juga: BERITA POPULER - Adik Hamili Kakak Kandung, Suami di Kamar Mandi hingga Sosok AKBP Padli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved