Breaking News:

Info Aceh Timur

Aceh Timur Dukung Reformasi Agraria 

Dukungan Pemkab Aceh Timur mengenai persertifikatan tanah tersebut, kata Syahrizal, dibuktikan sejak tahun 2020 Aceh Timur telah membentuk gugus tugas

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Aceh Timur Dukung Reformasi Agraria 
For Serambinews.com
Bupati diwakili asisten l, Syahrizal Fauzi pada rapat koordinasi II Gugus Tugas Reforma Agraria di Idi, Aceh Timur, Selasa (14/9/2021).

Dukungan Pemkab Aceh Timur mengenai persertifikatan tanah tersebut, kata Syahrizal, dibuktikan sejak tahun 2020 Aceh Timur telah membentuk gugus tugas reforma agraria (GTRA).

Laporan Seni Hendri Aceh Timur

SERAMBINES.COM, IDI - Bupati Aceh Timur melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra, Setdakab Aceh Timur Syahrizal Fauzi, menyebutkan Pemkab Aceh Timur, sangat mendukung program reforma agraria secara menyeluruh.

Dukungan Pemkab Aceh Timur mengenai persertifikatan tanah tersebut, kata Syahrizal, dibuktikan sejak tahun 2020 Aceh Timur telah membentuk gugus tugas reforma agraria (GTRA).

"Ini menandakan keseriusan kita dalam mensukseskan kegiatan reforma agraria,” ujar Bupati diwakili asisten l, Syahrizal Fauzi pada rapat koordinasi II Gugus Tugas Reforma Agraria di Idi, Aceh Timur, Selasa (14/9/2021).

Pada kesempatan itu, Bupati juga menginstruksikan seluruh kepala dinas agar dapat memfasilitasi dokumen yang dibutuhkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam prosesnya. 

Para camat, keuchik, dan aparatur desa juga diminta untuk dapat mendukung dan memudahkan proses, agar seluruh aset di Aceh Timur dapat disertifikatkan.

Di tahun 2021 juga telah selesai pengukuran dan akan diterbitkan sertifikat di wilayah Gampong Seumanah Jaya, atas tanah bekas HTI Gunung Meudang Utama Mimbar. 

Baca juga: Nagan Raya Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria, Ini Tugas dan Wewenangnya

"Wilayah itu berpotensi kita jadikan food estate, maka semua kendala tolong diselesaikan,” harap Rocky.

Ia berharap, di tahun 2022 wilayah Seumanah Jaya dapat benar-benar menjadi sektor utama pangan Aceh Timur.

Bupati juga mengaku, senang dengan adanya perusahaan yang memilih Aceh Timur sebagai wilayah investasi.

“Namun hal ini akan menjadi tidak menyenangkan, bila kabupaten dan masyarakatnya tidak memperolah apapun dari kedatangan mereka. HGU kita banyak yang cacat, banyak izin yang sudah mati,” sebut Bupati Aceh Timur. (*)

Baca juga: Satukan Persepsi Dalam Pembangunan Reforma Agraria, Kantor Pertanahan Aceh Besar Gelar Rakor GTRA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved