Breaking News:

Pencabulan

Istri Merantau ke Malaysia, Pria di Aceh Tamiang Ini Cabuli Anak Tiri yang Masih SD

Dalam penangkapan ini polisi menjadikan pakaian tersangka dan korban yang masih duduk di bangku SD sebagai barang bukti.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/RAHMAD WIGUNA
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali menyampaikan penangkapan tersangka pencabulan terhadap anak tiri yang masih berusia 10 tahun, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Polres Aceh Tamiang mengamankan seorang pria yang dilaporkan mencabuli anak tirinya yang masih berusia 10 tahun.

Pelaku berinisial An alias Keweng (47) dibekuk dari kediamannya di Gerenggam, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang atas laporan pihak keluarga korban pada 18 Agustus lalu.

Dalam penangkapan ini polisi menjadikan pakaian tersangka dan korban yang masih duduk di bangku SD sebagai barang bukti.

"Tersangka sudah kita tahan, kasusnya sedang didalami penyidik," kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, Selasa (14/9/2021).

Imam menjelaskan kasus ini terungkap pada Juni 2021 setelah korban menunjukan prilaku aneh.

Baca juga: Dua Hari Seleksi PPPK di Lhokseumawe, Sejumlah Peserta Tak Hadir

Pihak keluarga kemudian berinisiatif melaporkan kasus ini dua bulan berikutnya setelah meyakini ulah pencabulan itu dilakukan oleh ayah tirinya sendiri.

"Setelah kita dalami, ternyata tersangka mengakuinya," kata Imam.

Di hadapan penyidik, tersangka yang berprofesi sebagai petani mengatakan kasus ini pertama kali dilakukan di pertengahan tahun 2020 saat korban berada di kamar tidur.

Merasa aksinya berjalan mulus, dia mengulanginya beberapa kali hingga aksi terakhir dilakukan pada Juni 2021.

Baca juga: Mitra Edukasi Buka Bimbingan UTBK-SBMPTN, Pemilik TFC dapat Potongan Biaya

Kejahatan ini terbilang berjalan mulus karena ibu kandung korban yang tak lain istri tersangka berada di Malaysia.

"Tersangka merupakan ayah tiri korban, sementara ibu kandung korban bekerja di Malaysia," ungkap Imam.

Tersangka dijerat Pasal 47 Jo Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6/2014 tentang hukum jinayat dengan ancaman hukuman tujuh hingga 16 tahun penjara. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved