Breaking News:

Berita Aceh Singkil

YARA Desak Perusahaan Perkebunan di Aceh Singkil Bangun Kebun Plasma, Akan Surati KPPU

Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil didesak segera membangun kebun plasma seluas 20 persen dari HGU-nya. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Ketua YARA Perwakilan Aceh Singkil, Kaya Alim 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil didesak segera membangun kebun plasma seluas 20 persen dari HGU-nya. 

"Dalam UU No 39/2014 tentang Perkebunan mewajibkan setiap perusahaan perkebunan memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan," kata Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) Aceh Singkil, Kaya Alim, Rabu (15/9/2021).

Namun kenyataannya, sebut Kaya Alim, hingga sekarang perusahaan perkebunan di Aceh Singkil belum melaksanakan perintah undang-undang tersebutnya. 

Terkait hal itu, YARA mendesak Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid memberikan sanksi kepada perusahaan perkebunan yang tidak melaksanakan kemitraan dengan membangun kebun plasma seluas 20 persen.

"Kami mendesak Bupati Aceh Singkil memberi sanksi perusahaan perkebunan yang tidak melaksanakan perintah UU yang mewajibkan kepada setiap perusahaan perkebunan  untuk membangun kebun plasma," ujarnya.

Berdasarkan data YARA, di Aceh Singkil setidaknya ada 15 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum membangun kebun plasma. 

Baca juga: Tak Sesuai Komitmen Ciptakan Kebun Plasma, DPRK Abdya Panggil Tiga Pemilik HGU di Abdya

Baca juga: Perusahaan Perkebunan di Aceh Singkil Nunggak Retribusi

Baca juga: Kejari Aceh Singkil Gugat Perusahaan Perkebunan Rp 2 Miliar

Selain mendesak Bupati, YARA juga segera surati Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dengan hal tersebut.

"Menurut Peraturan Pemerintah No 17/2013, KPPU memiliki kewenangan untuk mengawasi dan menegakkan hukum atas pelaksanaan kemitraan antar pelaku usaha besar dengan UMKM," tukasnya. 

Kaya Alim yakin, adanya kebun plasma dapat meningkatkan kehidupan ekonomi petani.

Sebab, program kebn plasma juga bertujuan agar para petani dapat lebih produktif melalui pembinaan produksi dan tata cara pengelolaan perkebunan yang baik.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved