Sebulan Kuasai Afghanistan, Taliban Hadapi Berbagi Masalah
Satu bulan setelah menduduki Kabul, Taliban masih mengalami sejumlah masalah atas kekuasaan mereka di Afghanistan.
Pertumbuhan ekonomi juga gagal untuk mengimbangi peningkatan populasi yang stabil, di mana lapangan pekerjaan semakin langka dan banyak pekerja pemerintah tidak digaji setidaknya sejak Juli.
Banyak orang berharap berhentinya pertempuran di Afghanistan dan keamanan menjadi lebih baik.
Namun mereka masih kesulitan mencukupi kebutuhan karena ekonomi negara merosot.
“Keamanan cukup baik saat ini tetapi kami tidak mendapatkan apa-apa,” kata seorang tukang daging dari daerah Bibi Mahro di Kabul.
“Setiap hari, keadaan menjadi lebih buruk bagi kami, lebih pahit. Ini adalah situasi yang sangat buruk,” sambungnya.
Setelah evakuasi di Kabul tuntas bulan lalu, penerbangan pertama yang membawa bantuan mulai berdatangan saat bandara di kota tersebut dibuka kembali.
Donor internasional menjanjikan lebih dari 1 miliar dollar AS untuk mencegah keruntuhan negara.
Meski Taliban telah mengumumkan pemerintahan interim Afghanistan pekan lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda pengakuan internasional atau langkah untuk membuka blokir lebih dari 9 miliar dollar AS cadangan devisa yang disimpan di luar Afghanistan.
Para petinggi Taliban juga mengaku telah berjuang untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa mereka telah berubah.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Sebulan Dikuasai Taliban, Afghanistan Panen Masalah, dari Perekonomian hingga Krisis Pangan
Baca juga: Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Kabur ke Pakistan, Taliban Larang Anak Perempuan Ikuti Olahraga
Baca juga: Taliban Baru Sebulan Memerintah, Afghanistan Alami Krisis Ekonomi hingga Kekeringan dan Kelaparan
Baca juga: Pemimpin Taliban Berkelahi di Istana Kepresidenan Kabul, Pimpinan Taliban Lari ke Kandahar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demo-di-kandahar-afghanistan.jpg)