Breaking News:

Berita Bener Meriah

Kejari Bener Meriah Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Tanjung Pura

Penyerahan tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi dana desa tersebut berlangsung di Kantor Kejari setempat, Jumat (17/9/2021)

Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
MT, tersangka perkara dugaan penggelapan dan penyalahgunaan APBDes Kampung Tanjung Pura tahun anggaran 2019 ditahan JPU Kejari Bener Meriah usai penyerahan tahap II dari Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bener Meriah, Jumat (17/9/2021) 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM,REDELONG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) perkara dugaan penggelapan dan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Kampung Tanjung Pura tahun anggaran 2019 dari Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bener Meriah.

Penyerahan tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi dana desa tersebut berlangsung di Kantor Kejari setempat, Jumat (17/9/2021).

Kepala Kejari Bener Meriah, Agus Suroto SH MH melalui Kasi Pidsus, Aulia SH mengatakan, perlimpahan tahap II kasus dugaan penggelapan dan penyalahgunaan APBDes Kampung Tanjung Pura tersebut, tersangka dan barang bukti saat ini menjadi kewenangan Kejari Bener Meriah.

Baca juga: 4 Pejudi Online Ditangkap, Polisi Sita 174 B Chip dan Uang Tunai Jutaan Rupiah

Disebutkan, tersangka MT (31) sebelumnya menjabat sebagai kaur keuangan, operator kampung dan merangkap bendahara pada pelaksanaan pengelolaan keuangan Kampung Tanjung Pura tahun anggaran 2019.

“Dalam waktu dekat kita akan melimpahkan ke Pengadilan, saat ini tersangka kita tahan di Rutan Klas II B Bener Meriah berdasarkan surat perintah penahanan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bener Meriah, Aulia SH

Ia menyebutkan, kerugian negara dalam berkas perkara dugaan korupsi dana desa itu sesuai hasil audit sebesar Rp 152 juta.

Baca juga: Cegah Judi Online, Dandim Aceh Tamiang Kumpulkan Seluruh Prajurit dan Periksa Ponsel

Dengan itu kata Aulia, terhadap tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 8 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b, c, d ayat (2) ayat (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

“Dengan ancaman pidana paling singkat 1 (satu) tahun penjara dan paling lama 20 (dua puluh) tahun penjara,” beber Aulia.(*)

Baca juga: Bukhari 5 Hari Dilatih Jelang Jumpa Jokowi, Khairani Kira Perang Lagi, Tapi Presiden tak Jadi Datang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved