Pekerja Tambang Ditemukan Terkubur Pasir Setelah 4 Hari Tak Pulang, Korban Dihabisi Rekannya
Seorang pekerja tambang yang ditemukan tewas terkubur pasir membuat syok istri korban.
SERAMBINEWS.COM - Seorang pekerja tambang ditemukan tewas terkubur pasir.
Korban dihabisi oleh rekan kerjanya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang karena sudah empat hari tak pulang.
Warga Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung itu tak pulang ke rumah sejak Sabtu (11/9/2021).
Pembunuhan itu dipicu dendam pelaku terhadap korban.
Kejadian ini berhasil diungkap Polsek Tempilang usai mendapatkan laporan dari istri korban, setelah diketahui sejak Sabtu suaminya yang bekerja sebagai penambang TI pamitan untuk bekerja namun tak kembali ke rumah.
Mendapatkan laporan tersebut tim yang dipimpin Kapolsek Tempilang Ipda Mulia Renaldi pun, melakukan sejumlah interogasi terhadap beberapa rekan kerja korban.
"Istri korban sama kepala dusun datang ke Polsek Tempilang mengatakan, sudah empat hari suaminya tidak pulang."
"Saat berangkat kerja korban ini pergi bersama ketiga rekan kerjanya yakni RS, TO dan SA," ujar Ipda Mulia, Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Miris! Gadis Ini Ungkap Dipaksa Jadi Pemuas Nafsu Ayah Kandung, Curhatannya Viral
Dari hasil penyelidikan dari ketiga saksi tersebut, Polsek Tempilang pun akhirnya berhasil mengamankan pelaku yakni BO (21) yang juga warga Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.
Tak butuh lama bagi tim Polsek Tempilang usai mendapatkan laporan pada pukul 12.00 WIB, pelaku yang bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Air Lintang ini berhasil diringkus pada pukul 13.00 WIB.
"Dari hasil interogasi dan penyelidikan, pelaku ini berhasil diamankan di rumah kakak kandungnya."
"Saat dilakukan penangkapan dan dilakukan interogasi, pelaku ini mengakui melakukan pembunuhan pada Sabtu (11/09/2021) lalu)," tuturnya.
Lebih lanjut Ipda Mulia mengatakan pelaku yang juga merupakan penambang TI, menggunakan senjata tajam jenis parang, guna menghabisi nyawa korban.
"Pembunuhan terhadap korban dengan cara menebas leher korban, dengan menggunakan sebilah parang secara bertubi-tubi."