Breaking News:

Jurnalisme Warga

Investasi Leher ke Atas, Cerdas dengan Kartu Prakerja

INVESTASI terbaik yang dapat Anda lakukan adalah investasi pada diri Anda sendiri. Semakin banyak Anda belajar, semakin banyak yang akan Anda hasilkan

Editor: bakri
Investasi Leher ke Atas, Cerdas dengan Kartu Prakerja
FOR SERAMBINEWS.COM
M. NABIL AZRA,  Founder thetalks.id dan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri USK, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH M. NABIL AZRA,  Founder thetalks.id dan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri USK, melaporkan dari Banda Aceh

“INVESTASI terbaik yang dapat Anda lakukan adalah investasi pada diri Anda sendiri. Semakin banyak Anda belajar, semakin banyak yang akan Anda hasilkan.” --Warren Buffet Bagi orang awam, klaim ini terdengar aneh. Sewaktu pertama kali mendengar istilah ini saya juga tak punya definisi yang tepat menjelaskannya.

Ada apa dengan leher kita ke atas, sehingga begitu berharga dan kita harus melakukan investasi? Ternyata investasi leher ke atas merupakan istilah untuk menyatakan investasi di organ tubuh teratas, yaitu otak. Investasi yang dimaksudkan adalah investasi ilmu baru. Sebenarnya berinvestasi tidak selalu dalam bentuk fisik, tapi juga dapat dilakukan dalam bentuk ilmu atau pengetahuan. Jenis investasi ini tak akan membuat kamu rugi.

Bahkan, ilmu merupakan investasi yang akan membawamu menjadi orang yang berhasil pada bidang apa pun. Ketika kita ingin memahami tentang saham, terjun ke investasi properti, menyelami bisnis, mulai jadi freelancer, apa pun itu, semuanya butuh ilmu! Bentuk investasinya dapat berupa: investasi spiritual, penguatan kemampuan spiritual, pendalaman hafalan Al-Qur’an (tahfiz).

Untuk investasi keterampilan, saya menggunakan webinar, tutorial dalam You- Tube untuk mendesain dan merancang website personal secara mandiri. Di bidang investasi sosial, saat ini saya sedang menggagas sebuah lembaga donasi buku yang menjangkau anak dan perempuan, dalam penguatan literasi di desa. Meskipun masih dalam rintisan, peluang untuk mengembangkannya menjadi kegiatan positif yang sangat menggugah.

Mencari peluang Selama dimulainya kuliah daring, meskipun pada awalnya merasa nyaman karena punya waktu kuliah yang fleksibel, tapi seiring waktu, rutinitas selama setahun lebih, justru membuat kita terkadang membuang waktu berharga (waste time). Sebenarnya sebelum mengenal istilah investasi leher ke atas, saya sudah melakukan planning.

Salah satunya dengan belajar desain, merancang website secara mandiri, bahkan mengikuti webinar dengan tema berbeda. Saya sekarang mengelola platform media online pengembangan karier milenial yang semuanya saya rancang sendiri meskipun masih banyak titik lemahnya dengan belajar autodidak secara daring dari banyak sumber.

Bagaimana kita memulai investasi? Di mana kita bisa mendapatkan peluangnya? Sebenarnya investasi ini diperuntukkan bagi orang yang gemar meningkatkan kualitas diri. Istilah ini jelas berkaitan dengan otak sebagai organ berpikir manusia yang bisa terus dikembangkan kemampuannya. Menariknya, investasi otak alias leher ke atas ini tidak melulu bicara soal asupan makanan atau nutrisi, tapi jauh lebih dalam lagi, investasi khusus berkaitan dengan mindset alias pola pikir.

Makanya, para tokoh atau influencer sangat sering mengingatkan bahwa kesuksesan erat banget kaitannya dengan pola pikir yang merupakan buah dari investasi pengetahuan. Tak ada istilah terlambat untuk belajar, “Siapa pun yang berhenti belajar, berarti ia sudah berada di fase tua. Meskipun ia masih berusia 20 tahun, atau mungkin juga 80 tahun. Karena siapa pun yang masih ingin terus belajar akan tetap awet muda”--Henry Ford. Dalam 24 jam sehari selama Covid-19, bagaimana kita mengatur waktu. Selain ibadah, apa pilihan terbaikmu, berbisnis online, merintis bisnis degan teman, atau menyempatkan belajar online.

Kita bisa memilih sesuai passion, misalnya mengikuti seminar atau workshop, ikut course online untuk skill baru yang ingin kamu kuasai, memperluas jaringan dan menambah teman baru, rutin membaca buku setiap hari, belajar bahasa asing, mengambil program S2, atau mendengarkan podcast dari para pakar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved