Breaking News:

Berita Bener Meriah

Aktivis Desak DPRK Bener Meriah Tolak APBK-P Jika Tak Bisa Akomodir Gaji Honorer

"Jika tidak mengakomodir anggaran gaji tenaga honorer, kita desak DPRK tidak mengesahkan APBK-P yang kabarnya akan diparipurnakan Senin," tegasnya.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Tokoh Muda Bener Meriah, Muhammaddinsyah 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah diminta tidak mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) jika tidak mengakomodir gaji tenaga honorer. 

Hal itu disampaikan aktivis Bener Meriah, Muhammaddinsyah melalui rilis yang diterima Serambinews.com, Minggu, (19/9/2021). 

"Jika tidak mengakomodir anggaran gaji tenaga honorer, kita desak DPRK tidak mengesahkan APBK-P yang kabarnya akan diparipurnakan Senin (besok-red)," ujar Muhammaddin.

Menurutnya, jika terlanjur disahkan tanpa memenuhi kebutuhan anggaran pembayaran gaji honorer, dikhawatirkan akan memantik masalah baru. 

"DPRK harus berada di pihak tenaga honorer. Mereka harus memastikan APBK-P telah mengakomodir gaji tenaga honorer. Jika tidak terakomodir, tolak saja," tukas Muhammaddin.

Disebutkan, agar gaji honorer yang menunggak dapat dibayarkan penuh pada tahun 2021, jalan terakhir adalah APBK‐P. 

Baca juga: Pimpinan DPRK Aceh Utara Minta Pemkab Usulkan Kembali Gaji Honorer ke APBK-P 

Baca juga: Rincian Besaran Gaji Honorer yang Diangkat Jadi PPPK, Dapat Banyak Tunjangan hingga Setara PNS

Baca juga: Gaji Honorer Dibayar Tujuh Bulan

"Pemda tidak boleh menunda pembayaran haji honorer ke tahun 2022. Menunda membayarkan hak masyarakat yang telah mengabdikan diri dengan bekerja adalah perbuatan dzalim," tegasnya.

Oleh sebab itu, papar Muhammaddin, anggota DPRK yang merupakan perpanjangan tangan rakyat harus memihak kepada rakyat dan berani menolak APBK-P tahun anggaran 2021, jika tidak mengakomodir gaji honorer.

Dirinya berharap, APBK-P benar-benar dapat memenuhi kekurangan anggaran pembayaran gaji tenaga honorer dan tidak diperuntukkan untuk program berbentuk fisik/bangunan. 

"Ada baiknya APBK-P diprioritaskan untuk pembayaran gaji tenaga honorer. 

Sangat disayangkan jika APBK-P juga hanya berisikan program-program yang berbentuk fisik/bangunan. 

Baca juga: Alokasi Gaji Honorer Naik 50 Persen  

Baca juga: Intip, Kekayaan Krisdayanti, Mulai Gajinya di DPR RI hingga Modal Jadi Caleg, Segini Hartanya

Baca juga: Gaji Pekerja Proyek Revitalisasi Terminal LPG Arun Akhirnya Dibayar, Ini Kata Ketua DPRK Lhokseumawe

Sudah terlalu banyak paving block dan pagar yang dibangun," tutup mantan anggota Tim Percepatan Pembangunan dan kemasyarakatan Kabupaten Bener Meriah.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved