Breaking News:

Berita Pidie

Kehabisan Bekal, Dua Warga Pidie Tersesat di Hutan Geumpang Selama Dua Hari

Kedunya menuju ke arah selatan Kolam Tamtam sekitar 4 kilometet dengan lokasi translok.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Imran Thayib
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Seorang warga memperlihatkan buah rotan (jernang) hasil pencariannya saat proses penjemuran di Desa Simpang Rahmat, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (4/3). Warga setempat mengaku, buah jernang hasil pencariannya tersebut dijual dengan harga Rp450.000 sampai Rp750.000 per kilogram untuk diekspor keluar Negeri seperti Hongkong, Singapore dan China. 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dua warga Pidie tersesat di hutan Geumpang selama dua hari setelah kehabisan bekal yang dibawa.

Sebelumnya, mereka dilaporkan hilang sejak Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dua warga yang tinggal di transmigrasi lokal (translok) diduga hilang saat mencari buah jernang di kawasan Kolam Tamtam Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie.

Lokasi hilangnya tiga warga itu sekitar 4 kilometer dengan kawasan translok.

Kedua warga itu adalah Syahril Huda (15) warga Gampong Pulo Mesjid I, Kecamatan Tangse.

Sementara Saifullah (25) warga Gampong Adan Jumpo, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Berdasarkan informasi dikumpulkan Serambinews, Senin (20/9/2021), warga tergiur mencari buah jernang warna hitam karena harganya sekitar Rp 250.000 per kg.

Untuk memperoleh buah jernang itu, warga harus melalui medan yang sangat susah karena tidak adanya akses jalan.

Tanaman jernang tumbuh di kawasan lembab.

Pohon jernang tersebut hampir sama dengan rotan yang melilit di pepohonan kayu lain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved