Rabu, 8 April 2026

Internasional

lmuwan Singapura Ubah Limbah Kulit Durian Menjadi Perban Antibakteri

Para ilmuwan di Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengubah kulit durian menjadi perban gel antibakteri.

Editor: M Nur Pakar
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
Durian dijual di pinggir jalan kawasan Biskang, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, Rabu (15/7/2021) malam. Kulit durian dapat diubah jadi perban gel antibakteri di Singapura. 

SERAMBINEWS.COM, SINGAPURA - Para ilmuwan di Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengubah kulit durian menjadi perban gel antibakteri.

Prosesnya mengekstrak bubuk selulosa dari kulit buah setelah diiris dan dikeringkan.

Kemudian dicampur dengan gliserol.

Dilansir Reuters, Senin (20/9/2021), campuran ini menjadi hidrogel lunak, yang kemudian dipotong menjadi strip perban.

"Di Singapura, kami mengonsumsi sekitar 12 juta durian per tahun," kata Profesor William Chen, direktur program ilmu dan teknologi pangan di NTU.

Baca juga: Ketika Menteri Keuangan Malaysia Singgah di Chow Kit, Makan Cendol Durian Bersama Datuk Mansyur

"Jadi selain dagingnya, kami tidak bisa berbuat banyak tentang kulit dan bijinya dan ini menyebabkan pencemaran lingkungan," tambahnya.

Disebutkan, kulit buah durian, yang membentuk lebih dari setengah komposisi durian, biasanya dibuang dan dibakar.

Sehingga berkontribusi pada limbah lingkungan.

Chen menambahkan teknologi tersebut juga dapat mengubah limbah makanan lainnya.

Seperti kacang kedelai dan biji-bijian menjadi hidrogel, membantu membatasi limbah makanan negara.

Baca juga: Durian Jenis Musang King di Aceh Tamiang Dinamai Durian Gring

Dibandingkan dengan perban konvensional, perban organo-hidrogel juga mampu menjaga area luka lebih dingin dan lembab.

Sehingga, akan dapat membantu mempercepat penyembuhan luka-luka.

Para peneliti mengatakan menggunakan bahan limbah dan ragi untuk perban antimikroba lebih hemat biaya daripada produksi perban konvensional.

Dimana, sifat antimikrobanya berasal dari senyawa logam yang lebih mahal seperti ion perak atau tembaga.

Pedagang grosir durian, Tan Eng Chuan, mengatakan menghabiskan setidaknya 30 peti durian sehari selama musim durian atau sebanyak 1.800 kg.

Dia mampu memanfaatkan bagian buah yang biasanya dibuang menjadi inovasi baru.(*)

Baca juga: Kini Giliran Durian Pining Banjiri Blangkejeren, Harga Mulai Rp 5 Ribu per Buah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved