Breaking News:

Perambahan TNGL

Kawasan TNGL di Aceh Tamiang Diduga Dirambah untuk Perkebunan

Hari ini kami menghormati hukum untuk tidak masuk ke areal karena menunggu putusan pengadilan, tapi mereka justru bebas masuk tanpa ada tindakan dari

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/dok Warga
Sejumlah orang melakukan aktivitas di Kampung Tenggulun, Aceh Tamiang yang diduga sudah masuk kawasan TNGL. 

Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Dusun Adilmakmur II, Kampung Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang dilaporkan telah dirambah sekelompok orang.

Masyarakat Kampung Tenggulun mengatakan dugaan aksi perambahan ini telah berlangsung dua pekan terakhir dengan melibatkan sejumlah orang dan satu unit alat berat jenis buldoser.

"Lokasinya dekat kabel gajah, mereka masuk melalui jalan utama kampung kami." kata Tengku Levi, seorang warga, Selasa (21/9/2021).

Levi menjelaskan areal TNGL itu diduga kuat akan diubah fungsi menjadi areal perkebunan. Menurutnya untuk mencapai ke lokasi, para pelaku harus melewati areal pribadi masyarakat. Akibatnya tidak sedikit perkebunan masyarakat ikut rusak karena dilalui buldoser.

"Saya ada tanam kopi, semuanya sudah dirusak," ungkapnya.

Levi bersama masyarakat lainnya beharap aparat berwenang bertindak cepat untuk menghindari konflik dengan masyarakat. Apalagi persoalan ini masih menyangkut persoalan tapal batas Sumatera Utara dengan Aceh yang hari ini belum tuntas.

Baca juga: Giliran Janda S Adukan Ayah Taqy Malik ke Komnas Perempuan, Ngaku Dipaksa Hubungan Intim Tak Lazim

"Hari ini kami menghormati hukum untuk tidak masuk ke areal karena menunggu putusan pengadilan, tapi mereka justru bebas masuk tanpa ada tindakan dari petugas," kata Levi.

Camat Tenggulun, Dede Winatha ketika dikonfiramsi mengaku sama sekali belum mendapat laporan terkait dugaan perambahan TNGL. Dede pun berjanji akan segera menelusuri kebenaran informasi ini melalui datok penghulu dan kepolisian.

"Coba saya telusuri dulu," kata Dede.

Indra, warga lainnya mengungkapkan kawasan TNGL yang diduga dirambah ini merupakan bagian sengketa lahan masyarakat Tenggulun dengan Bukhari, warga Medan, Sumatera.

Lokasi perambahan ini disebutnya berada tidak jauh titik perubuhan beberapa gubuk petani saat eksekusi dilangsungkan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Fakta Adik Bunuh Abang Kandung, Fauzi Emosi Pohon Kelapa Miliknya Ditebang Badaruddin

"Lokasinya persis di dekat gubuk-gubuk yang dihancurkan saat eksekusi oleh PN Stabat awal tahun lalu, hari ini mereka terus merambah masuk ke dala kasawan TNGL," tambah Indra.

Sebelumya Bukhary telah mengklaim sebagai pemilik sah atas lahan seluas 1.100 hektare di kawasan itu. Klaim ini menjadi kontroversial karena ia berpegangan pada putusan PN Stabat Nomor: 43/PDT.G/2020/PN STB pada 3 November 2020.

Padahal berdasarkan Permendagri Nomor 28 Tahun 2020 tentang Batas Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kabupaten Langkat, kawasan yang diklaimnya itu masih berada di wilayah administratif Aceh Tamiang.

Baca juga: Nasib Anies Baswedan Setelah Diperiksa KPK Selama 5 Jam, Penyidik Ajukan 8 Pertanyaan Soal Ini

Berdasarkan penelusuran Serambinews.com, peraturan tersebut ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas kesepakatan awal Pemerintah Aceh dan Pemprov Sumut mengenai tapal batas di tahun 2012.

Lembar persetujuan tapal batas itu ditandangani Tim Penegasan Batas Kabupaten Aceh Tamiang dan Langkat, masing-masing oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang Rianto Waris dan Asisten Pemerintah kabupaten Langkat Abd Karim serta Tim Penegasan Batas Provinsi Aceh dan dan Sumut yang diwakilkan Karo Tata Pemerintahan Aceh A Hamid Zein dan Karo Pemerintahan Umum Sumatera Utara Nouval Mahyar.

"Kami sudah lapor persoalan ini sampai provinsi, bahkan Forkopimda Aceh Tamiang sudah ramai-ramai turun ke lokasi, tapi tidak ada titik terang. Kami mau persoalan ini diselesaikan dengan cepat," tegas Indra.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved