Berita Lhokseumawe
Sampai Selasa Hari Ini, Pipa Gas di Lhokseumawe Masih Bocor, Warga Makin Cemas
Warga di sana pun semakin cemas, menyusul hasil pemeriksaan terhadap jumlah gas yang keluar dari pipa yang bocor tersebut bisa menimbulkan kebakaran
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Warga di sana pun semakin cemas, menyusul hasil pemeriksaan terhadap jumlah gas yang keluar dari pipa yang bocor tersebut bisa menimbulkan kebakaran bila mana ada sumber api.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga yang terletak di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, sampai dengan Selasa (21/9/2021) pagi, dilaporkan masih bocor.
Warga di sana pun semakin cemas, menyusul hasil pemeriksaan terhadap jumlah gas yang keluar dari pipa yang bocor tersebut bisa menimbulkan kebakaran bila mana ada sumber api.
Peutuha Peut Meuria Paloh, Huasni Thamrin, kepada Serambinews.com, membenarkan sampai Selasa pagi, kebocoran pipa gas masih terjadi.
Bau gasnya pun sangat menyengat hingga ke rumah warga.
Menurut Husni, pada Senin (20/9/2021) malam, ada tim dari sebuah perusahaan gas di sekitar lokasi yang datang untuk mengukur besaran gas yang keluar.
"Sehingga saya hanya menunjukan dua titik untuk dilakukan pengukuran," katanya.
Baca juga: Ketua DPRK Lhokseumawe Berang Saat Tahu Ada Pipa Jargas Bocor Sudah Sebulan tak Diperbaiki
Setelah diukur, diketahui, satu titik kapasitasnya 10 part per milion (PPM) dan satu lagi 15 PPM.
"Menurut petugas tersebut, tingkat kebocorannya sudah diambang batas. Sehingga bila ada sumber api, bisa memicu kebakaran," katanya.
Termasuk petugas tersebut, lanjut Husni, menyatakan akan melaporkan kondisi itu kepada pihak perusahaan yang mengelola Jargas rumah tangga.
Sebelumnya, warga Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, dalam satu bulan ini mengeluh terkait bau gas yang menyengat di lingkungan mereka.
Bau gas tersebut, diduga akibat adanya kebocoran dari pipa jaringan gas (Jargas) rumah tangga milik dari PT Perta Gas Niaga.
Peutuha Peut Meuria Paloh, Huasni Thamrin, kepada Serambinews.com, menjelaskan, kebocoran sudah terjadi sekitar satu bulan lalu.
Baca juga: Sudah Sebulan Pipa Jargas Bocor di Lhokseumawe tanpa Ada Sinyal Diperbaiki, Ini Tanggapan PTPL
"Di lokasi tersebut ada beberapa titik kebocoran, sehingga baunya sangat menyengat. Bahkan sudah tercium ke rumah warga, termasuk rumah saya yang memang letaknya dekat dengan lokasi kebocoran," paparnya.
Sehingga warga sekitar mengaku, takut dengan kondisi tersebut.
Lanjut Husni, pihaknya sudah melapor ke pihak yang mengelola Jargas tersebut.
"Petugas telah datang ke lokasi beberapa waktu lalu, tapi sampai sekarang ini belum ada tindaklanjut," ujarnya.
Jadi warga sangat mengharapkan, agar kobocoran pipa gas tersebut bisa segera ditangani, supaya mereka bisa kembali merasa aman dan nyaman.
Baca juga: Pipa Jargas Bocor Sudah Sebulan di Lhokseumawe Tapi Belum Diperbaiki, Ini Tanggapan PTPL
Belum tersedia pipa
Sementara itu, Direktur PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Abdul Gani, mengakui kalau adanya kebocoran di pipa induk jargas.
Dijelaskan, pada dasarnya yang mengelola Jargas adalah PT Perta Gas Niaga.
Sedangkan pihak PTPL dalam hal ini, bekerjasama dengan PT Perta Gas Niaga hanya dalam kapasitas pencacatan meteren di rumah pelanggan.
Jadi, lanjut Abdul Gani, pipa induk yang bocor tersebut masih dibawah PT Perta Gas Niaga.
"Namun dikarenakan kami (PTPL) berada di Lhokseumawe, maka kita pun siap membantu untuk memperbaiki kebocoran pipa tersebut," paparnya.
Namun belum diperbaiki sampai sekarang, dikarenakan terkendala dengan kesediaan pipa.
"Pipa yang bocor tersebut berukuran sekitar 125 cm. Sedangkan yang ada stok sekarang ini pipa ukuran 180 cm. Jadi kita sudah berkoordinasi dengan pihak di Lhoksukon Aceh Utara. Bila di Lhoksukon ada pipa ukuran 125 cm sepanjang sekitar satu meter saja, maka akan langsung diganti dengan pipa yang bocor sekarang ini," pungkasnya.
Baca juga: Tumpukan Material Makan Korban, HMI Desak Pemerintah Putuskan Kontrak Rekanan Proyek Jargas
Ketua DPRK Lhokseumawe Berang
Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf, dilaporkan langsung berang saat mengetahui adanya kebocoran gas di pipa Jaringan Gas (Jarhas) rumah tangga yang tak kunjung diperbaiki.
Padahal kondisi kebocoran pipa Jargas di Dusun Keude Baroh, Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, sudah terjadi sejak satu bulan lalu.
Bahkan infromasi lanjutan, saat dia tahu adanya kebocoran pipa Jargas tersebut pada Senin (20/9/2021) siang, maka langsung turun ke lokasi.
"Sampai saya di lokasi, bisa melihat langsung kondisi pipa yang bocor. Baunya pun sangat menyengat. Parahnya lagi, kebocoran tepat di depat warung Ayam Penyet dan juga rumah warga," kata Ismail A Manaf.
Jadi, sangat beresiko bagi warga sekitar.
"Seharusnya setingkat Jargas rumah tangga sudah pasti dikelola pihak profesional yang mengutamakan keselamatan. Tapi anehnya, sudah satu bulan terjadi kebocoran, belum ada tindak lanjut," tegasnya.
Padahal, kondisi ini sangat membahayakan warga sekitar.
"Jadi secara tegas kita harapkan agar segera diperbaiki, apalagi saya sudah mendengar langsung bagaimana warga selama ini sudah merasa khawatir dengan kondisi ini," pungkasnya. (*)
Baca juga: VIRAL Seorang Ibu Bagikan Pengalaman Saat Kompor Gas Bocor Hingga Bulu Mata Terbakar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pipa-gas-bocor-di-lhokseumawe-20092021.jpg)