Breaking News:

Salam

Vaksinasi di Sekolah Perlu Pengawasan Secara Serius

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, mengultimatum para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB

Editor: hasyim
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM (dua dari kiri, berkacamata) saat berbicara dengan para kepala SMA/SMK dan SLB Kota Subulussalam serta Aceh Singkil di SMAN 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Sabtu (18/9/2021) pagi. Kadis menekan pentingnya peran kepala sekolah dan wakil kelas dalam menyukseskan vaksinasi di kalangan siswa. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, mengultimatum para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB agar menyegerakan vaksinasi siswa hingga batas terakhir 30 September 2021. Apabila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, dia mempersilakan kepala sekolah mengundurkan diri saja.

Kita mengapresiasi sikap keras semacam itu lantaran memang ada alasan yang sangat penting. Pertama, adanya kekhawatiran penurunan prestasi siswa bila terus belajar secara daring atau belajar secara online dari rumah. Alasan kedua, realisasi vaksinasi di Aceh secara umum memang masih sangat rendah. Bahkan, untuk usia remaja, menurut Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, hingga kini baru, 3,4 persen (19.842 orang) yang menerima vaksin dosis pertama. Untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 12.907 orang. Sedangkan jumlah remaja yang harus divaksin sebanyak 577.017 orang.

Remaja yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 sesuai petunjuk teknis vaksinasi nasional adalah kelompok umur 12-17 tahun.

Berbicara di hadapan para sekolah, Kadisdik Aceh menjelaskan, persoalan vaksin adalah persoalan serius. Bahkan Presiden Joko Widodo secara khusus turun ke Aceh hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi. Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala sekolah, terutama wali kelas, untuk melakukan berbagai upaya agar para siswa bisa divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.

Alhudri mengaku sudah banyak sekali ditanya kapan sekolah akan belajar tatap muka kembali. "Untuk memulai sekolah tatap muka, kuncinya selain pakai masker, jaga jarak, adalah vaksin. Maka, jika vaksinasi belum merata, sekolah tatap muka secara normal seperti sediakala akan sulit dilakukan. Dulu belum bisa karena vaksinnya tidak ada, namun saat ini vaksin sudah tersedia," ujar Alhudri.

Selain desakan dari Alhudri, Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, dalam setiap pertemuan juga mengajak semua pihak, terutama kepala sekolah dan wali kelas agar mempercepat vaksinasi siswa sebagaimana petunjuk. Sekda mengajak seluruh jajaran dunia pendidikan, terutama pihak sekolah, menyukseskan vaksinasi siswa dengan memanfaatkan momentum Gerakan Vaksinasi Siswa yang akan berlangsung hingga 30 September mendatang, sebagai upaya untuk mengejar cakupan vaksinasi agar kekebalan kelompok atau herd immunity segera terbentuk. “Fokus Satgas Penanganan Covid-19 Aceh saat ini adalah vaksinasi siswa. Mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya fokus dari temanteman tenaga kesehatan, TNI dan Polri ini untuk mengejar capaian vaksinasi agar kekebalan kelompok segera terbentuk,” ujarnya.

Jjika kekebalan kelompok terbentuk, maka kehidupan akan bisa kembali berjalan normal seperti sediakala. “Kita semua tentu ingin proses belajar mengajar bisa berlangsung seperti sediakala. Untuk itu, mari kita sukseskan vaksinasi siswa ini. Pihak sekolah, terutama bapak dan ibu wali kelas adalah kunci sukses pelaksanaan vaksinasi siswa. Kami yakin, kedekatan wali kelas dengan para siswa akan berimbas positif terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi siswa ini,” ujar Taqwallah.

Ya, kita sangat berharap vaksinasi siswa ini bisa berjalan lancar. Namun, kita juga ingin mengingatkan supaya proses vaksinasi siswa ini mendapat pengawasan secara serius. Sebab, kita tahu, pihak sekolah sesungguhnya sangat takut terhadap kemungkinan munculnya efek sampingan pada siswa-siswa tertentu nantinya. Pihak sekolah pasti tidak mau menjadi pihak yang disalahkan. Makanya, setiap kali dilaksanakan vaksinasi, dokter pemeriksa yang hadir ke sekolah harus benar-benar memperhatikan hal ini.

Di sisi lain ada juga pertanyaan, apakah semua kepala sekolah, guru, dan tenaga pendudukung pendidikan sekolah di Aceh sudah divaksin? Sebab, ada juga kabar yang mengatakan banyak guru hingga kini belum mau alias menolak vaksin. Ini tentu bisa menjadi hambatana bagi program vaksinasi siswa. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved