Breaking News:

Update Covid 19

Covid-19 belum Terbendung, Aceh Berpacu dengan Waktu Bangun Herd Immunity

Di tengah gencarnya upaya pemerintah mengejar target vaksinasi untuk mencapai herad immunity, kasus konfirmasi positif terbaru covid-19 di Aceh masih

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
Thumbnail Serambi On TV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau secara langsung program vaksinasi Covid-19 door to door di Gampong Lambro Bileu, Kuta Baro, Aceh Besar. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kabar 1.921 dosis vaksin sinovac terbuang dan rusak di Kabupaten Aceh Tenggara sempat membuah publik heboh.

Pasalnya, peristiwa ini muncul di tengah pemerintah getol mengampanyekan vaksinasi covid-19 kepada masyarakat.

Menurut kabar, ribuan vaksin yang terbuang ini berbentuk kemasan 1 vial untuk 10 orang.

"Terkadang yang datang cuma 6 orang, maka yang tidak terpakai juga jadi banyak," kata Sukri Manto SKM, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Tenggara kepada Serambinews.com, Minggu (12/9/2021).

Ia mengakui di awal-awal vaksinasi covid-19 yang dimulai pada 15 Maret 2021, masyarakat banyak yang takut dan tidak antusias untuk divaksin.

Sehingga kondisi ini membuat banyak vaksin tak terpakai.

Menurut Sukri vaksin yang terbuang sia-sia di Aceh Tenggara itu jumlahnya lumayan.

Yakni 1.818 dosis vaksin tak terpakai atau terbuang dan 103 dosis rusak. Data ini sesuai yang direkap Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara 10 September 2021.

Capai Herd Immunity, Pemerintah Sasar Vaksinasi Bagi Pedagang Pasar

Tapi kini, kata Sukri, vaksin yang terbaru sudah didesain lebih efisien yaitu 1 vial 2 dosis.

"Jadi, kalau untuk yang tidak terpakai pasti sedikit dan beda dengan vaksin sebelumnya," tukasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved