Sabtu, 18 April 2026

Berita Malaysia

Kabar Duka dari Malaysia, Dua Warga Aceh Meninggal Dunia, Kecelakaan Kerja dan Kasus Pembunuhan

Informasi tersebut disampaikan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Acheh (SUBA) Tgk Bukhari Ibrahim kepada Serambinews.com, Jumat (24/9/2021) pagi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
For Serambinews.com
Innalillahi, Dua Warga Aceh Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Identitas Korban dan Penyebabnya - Khaidir (kanan) berasal dari Lhok Nibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur menjadi korban pembunuhan 

Pemuda bernama Khaidir Abdurrahman ini, dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah peristiwa yang diduga sebagai pembunuhan.

Terkait peristiwa ini, Tgk Bukhari yang dihubungi Serambinews.com mengatakan, insiden yang merenggut nyawa Khaidir ini terjadi di Sungai Merab Bangi, Jumat sekitar pukul 4 menjelang subuh tadi.

Bukhari mengatakan, advokasi terhadap kasus ini dilakukan oleh Tgk Mukhtar Abdullah, Ketua SUBA Kajang.

"Bang Mukhtar juga punya kedai di Bangi, sehingga beliau langsung berangkat ke lokasi untuk mengadvokasi kasus ini," kata Bukhari.

Ketua SUBA Kajang Mukhtar Abdullah (kiri) bersama rekan-rekannya di Malaysia.
Ketua SUBA Kajang Mukhtar Abdullah (kiri) bersama rekan-rekannya di Malaysia. (Facebook.com)

Menurutnya, kasus ini saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun Mukhtar Abdullah di lokasi kejadian, Khaidir dibunuh menggunakan pisau oleh terduga pelaku yang juga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jawa Timur.

Khaidir dan pelaku tinggal di tempat yang sama, yakni satu komplek rumah dua lantai yang memiliki 8 rumah seperti apartement (empat rumah di lantai 1 dan empat rumah di lantai 2). 

Pada malam kejadian, tanpa diketahui penyebabnya, pelaku naik ke lantai atas dan menggedor-gedor pintu rumah yang dihuni oleh Khaidir dan teman-temannya. 

Karena kamar tinggal Khaidir berada paling dekat dengan pintu depan, maka dia yang bangun membuka pintu. 

"Saat itu, tanpa diketahui penyebabnya, pelaku mengancam Khaidir dengan pisau, lalu terjadilah pertengkaran sehingga Kadir ditusuk pisau sehingga menembus nafas terakhir," kata Bukhari.

Menurutnya Tgk Mukhtar Abdullah, sejauh ini belum ada satu pun keterangan yang jelas mengenai motif dari penyerangan dan pembunuhan terhadap Khaidir.

Baca juga: Suami Cari Nafkah di Malaysia, Wanita asal Pidie Rayakan Ultah Mantan Pacar Dalam Hotel di Peunayong

Baca juga: 2 Warga Aceh Dideportasi dari Malaysia via Jakarta, Difasilitasi BPPA, Pemkab Tanggung Pemulangan

Sedangkan jenazah Khaidir hingga sore ini masih berada di Hospital Kajang, dan masih di bawah siasatan pihak kepolisian.

"Jenazah belum bisa diambil karena masih dalam siasatan polisi. Pengurusan dari tempat kejadian, hospital, dan balai polis semuanya diurus oleh Bang Mukhtar Abdullah," ujarnya. 

Siang tadi, kata Bukhari, pihaknya sudah menghubungi keluarga Khaidir di Aceh Timur dan membicarakan kemungkinan untuk membawa pulang jenazahnya ke Aceh.

"Tapi ini sangat sulit, karena harus menunggu selesainya penyelidikan polisi, kemudian juga belum tentu ada pesawat karena masih kondisi pandemi Covid-19. Jadi nanti akan kita putuskan, apakah akan kita kebumikan di sini," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved