Breaking News:

Berita Malaysia

Kabar Duka dari Malaysia, Dua Warga Aceh Meninggal Dunia, Kecelakaan Kerja dan Kasus Pembunuhan

Informasi tersebut disampaikan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Acheh (SUBA) Tgk Bukhari Ibrahim kepada Serambinews.com, Jumat (24/9/2021) pagi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
For Serambinews.com
Innalillahi, Dua Warga Aceh Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Identitas Korban dan Penyebabnya - Khaidir (kanan) berasal dari Lhok Nibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur menjadi korban pembunuhan 

SERAMBINEWS.COM - Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Kabar dua datang dari komunitas Aceh di Malaysia.

Dua orang warga Aceh di Malaysia dilaporkan meninggal dunia dalam dua hari terakhir.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan kerja pada sebuah pabrik.

Sementara satu lainnya meninggal dalam sebuah peristiwa yang diduga pembunuhan.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Acheh (SUBA) Tgk Bukhari Ibrahim kepada Serambinews.com melalui WhatsApp, Jumat (24/9/2021) siang tadi.

Baca juga: Pemerintah Malaysia ‘Sapu Bersih’ Komunitas LGBT, Kirim Ribuan Warganya ke Pusat Rehabilitasi

Baca juga: Solidaritas Saudagar Aceh di Malaysia, Menata Kembali Kampung Acheh yang Porak Poranda

Baca juga: Kampung Aceh di Malaysia Diterjang Banjir Bandang, Permebam dan SUBA Galang Bantuan

Bukhari mengatakan, kabar duka pertama datang dari Sakdan Bin Muhammad (36), asal Paya Gajah Peureulak, Aceh Timur.

Ia meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di sebuah pabrik pemecah batu besi di Gua Musang, Kelantan, Kamis (23/9/2021) sekira pukul 9 pagi.

Bukhari mengatakan, almarhum Sakdan merantau ke Malaysia tiga setengah tahun lalu dan belakangan bekerja di tempat pabrik pemecah batu besi di Gua Musang Kelantan.

"Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Wakil SUBA Kelantan, Bang Hamidi, kasus meninggalnya Ibnu Sakdan murni karena kecelakaan kerja," kata Bukhari.

"Almarhum telah dimakamkan di tanah perkuburan Kampung Keriting Gua Musang Kelantan, Jumat (24/11/2021) pukul 11 pagi. Semua pengurusan itu dilakukan oleh Bang Hamidi bersama SUBA Kelantan," ujarnya.  

Tgk Bukhari mengajak seluruh komunitas Aceh di Malaysia untuk bersama-sama membantu keluarga Sakdan bin Muhammad.

"Mari sama-sama kita bantu beliau, karena beliau punya dua anak yang masih kecil-kecil, Iaitu 10 tahun dan 13 tahun,” ujar Tgk Bukhari.

Baca juga: Alhamdulillah, Malaysia Terus Membaik, Datuk Hishammuddin Bilang Akan Ada Cahaya di Ujung Terowongan

Korban Pembunuhan di Bangi

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved