Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Kacabdindik Wilayah Lhokseumawe Dua Kali Besuk Siswi yang Tumbang usai Divaksin, Begini Kondisinya

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar Jalil sudah dua kali membesuk Khana Darasa Naswa (15) di Rumah Sakit Bunga Melati, yan

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kondisi Khana Darasa Naswa (15) di Rumah Sakit Bunga Melati, yang diduga tumbang usai divaksin Covid-19, yang dilaksanakan di sekolah SMKN 1 Lhokseumawe, Jumat (24/9/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE -  Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar Jalil sudah dua kali membesuk Khana Darasa Naswa (15) di Rumah Sakit Bunga Melati, yang diduga tumbang usai divaksin Covid-19, yang dilaksanakan di sekolah SMKN 1 Lhokseumawe, pada Rabu (22/9/2021). 

Anwar Jalil, menjelaskan bahwa pihaknya akan bersama-sama bertanggungjawab permasalahan yang dialami oleh siswi sekolah tersebut.

"Kita pasti bertanggungjawab, dan akan menyelesaikan permasalahan ini secara bersama dan kekeluargaan," kata Anwar Jalil, kepada Serambinews.com, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Usai Divaksin, Siswi Lhokseumawe Diboyong ke Rumah Sakit, Ayah Korban : Badan Kaku dan Sesak Nafas

Ia menjelaskan, kondisi Khana saat ini sudah semakin membaik pasca divaksin dirinya diboyong karena mengalami sesak nafas.

"Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik, dan saya sudah dua kali membesuk Khana, dan selang oksigen yang terpasang dihidungnya sudah dilepas," sebut Anwar.

Anwar menegaskan, bahwa pihak sekolah tidak pernah memaksa setiap siswa dan siswi yang ingin divaksin.

Bahkan, sambungnya, pihak sekolah tidak lagi membuat surat pemberitahuan atau surat izin untuk orang tua wali siswa/siswi dikarenakan pihak sekolah telah mensosialisasi tentang vaksin covid-19.

Baca juga: Petugas di Gayo Lues Datangi Sekolah Untuk Vaksin Siswa

"Kita tidak memberikan surat izin kepada orang tua siswa dan siswi, karena sudah cukup dengan sosialisasi saja dari sekolah," timpalnya.

Namun jika memang sudah ada kejadian seperti ini, nanti pihak sekolah akan kembali mengevaluasi terhadap siswa dan siswi yang ingin divaksin untuk tidak dipaksakan.

"Kita tidak memaksakan, namun akan ada sosialisasi terkait pentingnya ketahanan imun tubuh, usai divaksin covid-19," demikian Anwar Jalil.(*)

Baca juga: Mendagri: Masyarakat Jangan Eforia Karena Kasus Positif Covid-19 Turun

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved