Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Ingin Ganggu Perayaan Hari Nasional Arab Saudi, Lima Drone Diluncurkan

Milisi Houthi yang didukung Iran ingin menganggu perayaan Hari Nasional Arab Saudi. Milisi Houthi meluncurkan lima drone berisi berisi ke Arab Saudi

Editor: M Nur Pakar
AFP/Fayez Nureldine
Polisi wanita ambil bagian untuk pertama kalinya dalam parade militer menandai Hari Nasional ke-91 Arab Saudi di ibu kota Riyadh, Kamis (23/9/2021) 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Milisi Houthi yang didukung Iran ingin menganggu perayaan Hari Nasional Arab Saudi.

Milisi Houthi meluncurkan lima drone berisi berisi ke Arab Saudi pada Kamis (23/9/2021) malam.

Saat bersamaa, warga Arab Saudi sedang merayakan Hari Nasional ke-91, media pemerintah Al-Ekhbariya TV dan Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada Jumat (24/9/2021).

Drone yang dipersenjatai datang secara bergelombang, tetapi berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.

Hal itu disampaikan oleh Komando Pasukan Gabungan Koalisi Arab Saudi yang mendukung pemerintah sah di Yaman.

"Komando Pasukan Gabungan menegaskan tindakan operasional yang diperlukan diambil untuk melindungi keamanan Arab Saudi," katanya.

Baca juga: Milisi Houthi Lepaskan Tiga Drone ke Arab Saudi, Serangan Berhasil Dihancurkan

"Kami akan terus dan menghancurkan serangan lintas perbatasan yang bermusuhan ini," tambahnya.

Dalam sebuah tweet, TV Al-Ekhbariyah mengatakan drone ke-4 dan ke-5 datang tepat sebelum tengah malam saat perayaan Hari Nasional Saudi berlanjut.

Pada Rabu (22/9/2021), milisi Houthi meluncurkan tiga drone ke arah kota baratdaya Saudi, Khamis Mushait, tetapi semuanya ditembak jatuh.

Pada Senin (20/9/2021), pasukan Koalisi menghancurkan dua kapal bermuatan bom yang direncanakan oleh milisi Houthi di kota pelabuhan baratlaut Yaman, Hodeidah.

Baca juga: Yaman Lapor ke Utusan PBB, Milisi Houthi Tidak Mau Berdamai

Kritikus mengatakan milisi Houthi telah berani dengan pencabutan oleh pemerintah AS dari penunjukan mereka sebagai organisasi teroris global.

Washington menghapus penunjukan itu pada Februari 2021 lalu sebagai perubahan kebijakan pemerintahan Biden.

AS berharap milisi Houthi bersedia kembali ke meja perundingan, untuk mewujudkan perdamaian di Yaman.

Milisi Houthi, bagaimanapun, telah menolak menanggapi secara positif pembicaraan damai yang ditengahi PBB.(*)

Baca juga: PBB Kutuk Milisi Houthi, Eksekusi Sembilan Warga Sipil di Depan Umum

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved