Rabu, 6 Mei 2026

Internasional

Presiden Irak Sebut Terorisme dan Korupsi Bekerjasama, Harus Diberantas Bersama-sama

Presiden Irak Barham Salih mengungkapkan negaranya terus dirundung perang dan genosida (pembantaian) dalam 40 tahun terakhir ini.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Irak Barham Salih berpidato di Majelis Umum PBB, New York, AS, Kamis (23/9/2021). 

Salih memperbarui seruannya untuk aliansi internasional melawan korupsi, serupa dengan melawan terorisme.

Dia mendesak negara-negara anggota untuk mengatasi akar korupsi dan membantu Irak memulihkan dana yang telah dijarah.

“Kita tidak bisa menghilangkan terorisme kecuali kita menghilangkan korupsi, yang dengan sendirinya merupakan ekonomi politik kekerasan dan terorisme,” kata Salih.

Baca juga: Irak Eksekusi Enam Teroris, Digantung di Penjara Nasiriyah

“Korupsi dan terorisme saling terkait, saling memperkuat dan bekerja dengan teguh bersama-sama," katanya.

Mengacu pada konflik regional, Salih mengatakan kepada peserta, tidak adanya Irak dalam peran alaminya selama 40 tahun terakhir telah memperburuk ketidakstabilan.

Hal itu akibat dari perang dan rusaknya sistem keamanan dan politik.

Dia juga menyinggung konflik Suriah dan perang Yaman yang berkepanjangan tidak dapat diterima.

"Mengakhiri perang ini harus menjadi prioritas," harapnya.

Pemimpin Irak itu menambahkan tidak akan ada perdamaian tanpa memberikan hak-hak sah mereka untuk sebuah negara Palestina.

Dia mengulangi seruan Irak untuk solusi global dan adil untuk masalah ini.

Salih mengatakan keberhasilan upaya perdamaian bergantung pada Irak yang aman, stabil, dan berdaulat penuh.

Dia menambahkan membutuhkan dukungan regional dan internasional serta menghentikan perilaku kompetitif dan konflik orang lain yang dimainkan di negaranya.

Presiden Irak menyerukan kerja sama regional lebih lanjut dalam bentuk organisasi baru atas masalah bersama.

Seperti memerangi terorisme, ekstremisme, perubahan iklim, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan ketidakmampuan untuk menyediakan pekerjaan bagi lebih banyak orang muda.

Dia mengatakan Konferensi Kerjasama dan Kemitraan Baghdad baru-baru ini menggarisbawahi Irak menjadi titik pertemuan untuk kepentingan rakyat dan negara.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved