Breaking News:

Berita Gayo Lues

Usut Dugaan Penyelewengan Dana CSR Bank Aceh Syariah, Penyidik Periksa 13 Orang Saksi

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan menyebutkan, hingga Sabtu (25/9/2021), polisi telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
hand over dokumen pribadi
Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Irwansyah 

Laporan Rasidan | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Tim penyidik dari Satreskrim Polres Gayo Lues (Galus) kembali memeriksa seorang saksi dalam kasus dugaan penyelewengan bantuan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh Syariah Blangkejeren.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, hingga Sabtu (25/9/2021), polisi telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

12 orang saksi sebelumnya sudah diminta keterangan terkait dengan kasus bantuan dana CSR untuk kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Galus dengan nilai mencapai Rp 1 miliar lebih pada akhir tahun 2020.

Bantuan dana CSR Bank Aceh Syariah Blangkejeren tersebut disalurkan kepada 10 Poktan, di mana masing-masing memperoleh bantuan Rp 100 juta.

Namun setelah dana itu masuk ke rekening Poktan tersebut, lalu dilakukan penarikan kembali oleh ketua kelompok tani.

Selanjutnya dana tersebut diserahkan ke oknum masyarakat berinisial WA dengan nilai bervariasi mulai Rp 40 juta hingga Rp 93 juta.

Baca juga: Polres Gayo Lues Usut Kasus CSR Rp 1 Miliar, Oknum Diduga Pungut Uang dari Petani

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah kepada Serambinews.com, mengatakan, sejauh ini penyidik dari Polres Galus telah memeriksa sebanyak 13 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Bahkan saksi yang terakhir diperiksa untuk dimintai keterangan yakni oknum masyarakat berinisial WA.

"Sejauh ini perkembangan kasus dana CSR yang sudah ditangani Polres Galus tersebut sudah memeriksa sebanyak 13 orang saksi untuk dimintai keterangan,” jelas Iptu Irwansyah.

“Namun kasus tersebut masih tahapan pralidik dan proses pengumpulan keterangan para saksi serta pengumpulan dokumen pendukung lainnya," sebutnya.

Kasat Reskrim mengatakan, para saksi 13 orang yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan dalam perkara dan kasus dana CSR tersebut yakni, 10 orang saksi merupakan ketua kelompok tani yang menerima bantuan dana untuk peningkatan ekonomi masyarakat tersebut.

Selanjutnya, 3 orang saksi lainnya yang diperiksa untuk dimintai keterangan yakni, 2 orang lain berperan sebagai masyarakat, kemudian satu orang lainnya yang berakhir diperiksa untuk dimintai keterangan yakni oknum masyarakat berinsial WA.

Baca juga: Dana CSR Ditiadakan, Warga Demo dan Blokir Jalan Masuk PT Perta Arun Gas di Lhokseumawe

Dalam hal ini, WA alias ER itu, merupakan oknum yang menerima bantuan dari ketua Poktan tersebut dengan nilai yang bervariasi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved