Internasional
Pemimpin Belarusia Peringatkan Pasukan NATO di Ukraina, Migran Sudah Menjadi Bencana
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Senin (27/9/2021) memperingatkan bencana migran di negaranya. Dia juga memberi tanggapan bersama dengan Rusia
Hubungan antara Belarus dan Barat telah memburuk sejak Lukashenko menindak protes massa setelah pemilihan yang disengketakan pada Agustus 2020.
Sehingga, memicu sanksi AS, Uni Eropa dan Inggris, tetapi dukungan dari Moskow.
Belarus dan tetangga Uni Eropa juga saling menyalahkan atas nasib para migran.
Uni Eropa menuduh Minsk mendorong para migran, terutama dari Irak dan Afghanistan, untuk melintasi perbatasan sebagai pembalasan atas sanksi tersebut.
Tiga migran meninggal di sisi perbatasan Polandia dan satu lagi di dalam Belarus bulan ini.
Baca juga: Sprinter Belarusia Berpikir Cepat, Gunakan Google, Beritahu Polisi Jepang Dirinya Dipaksa Pulang
Kematian kelima, seorang pria Irak di sisi perbatasan Polandia, dari dugaan serangan jantung, dilaporkan pada Jumat (24/9/2021).
Lukashenko mengatakan Belarus telah memperlakukan para migran dengan baik.
"Ya, kami mendandani mereka, kami membawakan mereka kayu bakar dan syal, tapi mereka akan membeku di musim dingin," kata Lukashenko.
"Singkatnya: ini adalah bencana kemanusiaan di perbatasan," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-belarusia-alexander-lukashenk1.jpg)