Breaking News:

Pengamat Militer: Tudingan Mantan Panglima TNI Komunisme Menyusup di Tubuh TNI Kurang Masuk Akal

Menurutnya paham komunis saat ini sudah tidak laku dijual dan publik justru lebih tertarik dengan keriuhan polemik atau pro-kontra sinyalemen itu. 

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo (kacamata hitam), seusai mengikuti sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, di Pengadilan Negeri Depok, Cilodong, Kamis (8/4/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai tudingan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang menilai komunisme telah menyusup ke tubuh TNI kurang masuk akal.

Menurutnya paham komunis saat ini sudah tidak laku dijual dan publik justru lebih tertarik dengan keriuhan polemik atau pro-kontra sinyalemen itu. 

"Menurut saya tudingan bahwa paham komunis sudah menyusup ke tubuh TNI itu kurang masuk akal. Paham komunis ini sudah tidak laku dijual," kata Fahmi ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (28/9/2021).

Di sisi lain, ia menduga para prajurit TNI yang dianggap memiliki paham kiri oleh Gatot adalah orang-orang yang dinilainya memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan saat ini. 

"Nah ini saya kira berlebihan," tambah Fahmi.

Ia mengatakan pembinaan mental ideologi merupakan salah satu pilar TNI dalam menjaga kedisiplinan, loyalitas dan moral prajurit.

Dengan demikian, kata dia, TNI sangat serius terkait hal tersebut baik melalui profiling dan screening dalam proses seleksi prajurit, penanaman doktrin di lembaga pendidikan, maupun mekanisme reward and punishment dalam pembinaan SDM di kesatuan.

Baca juga: Tak Jadi Korban Penculikan PKI, Dimana Posisi Soeharto Saat Peristiwa G30S Terjadi?

Baca juga: Fadli Zon Nilai Kemendikbud Disusupi PKI, Sebut Dirjen Kebudayaan Mau Belokan Sejarah

Fahmi melanjutkan, meski Gatot sudah pensiun dari TNI dan sampai saat ini tak berpartai, namun dia banyak terlibat dalam kegiatan yang bersifat politis. 

Dengan demikian, kata dia, sulit untuk tidak melihat bahwa peringatan Gatot soal bahaya laten komunis diangkat untuk kepentingan politiknya.

"Pak Gatot ini tampaknya memang konsisten mengangkat isu ini, terutama setiap mendekati akhir September.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved