Berita Banda Aceh
Permintaan Maaf Gubernur Batal Bangun Rumah Duafa Ditanggapi Negatif, MaTA: Sangat Tidak Patut
“Pak Gubernur menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, karena tidak memenuhi janji yang sudah disampaikan.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
“Pak Gubernur menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, karena tidak memenuhi janji yang sudah disampaikan.
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Permintaan maaf Gubernur Aceh Nova Iriansyah karena tidak bisa melanjutkan pembangunan rumah duafa lantaran tidak adanya APBA Perubahan 2021 ditanggapi negatif oleh LSM Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA).
"Permintaan maaf sangat tidak patut karena kalau Pemerintah Aceh bersama legislatif (DPRA) serius kenapa tidak sejak pembahasan anggaran di awal tahun 2021 dialokasikan," kata Koordinator MaTA, Alfian kepada Serambinews.com, Rabu (29/9/2021).
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat calon penerima rumah bantuan.
Pasalnya, pembangunan rumah duafa yang direncanakan akhir tahun ini, batal dilanjutkan karena DPRA menolak dilakukan perubahan anggaran (APBA 2021).
Permintaan maaf Gubernur Nova tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Senin (27/9/2021).
“Pak Gubernur menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh, karena tidak memenuhi janji yang sudah disampaikan.
Pembangunan rumah duafa tidak jadi kita lanjutkan akhir tahun ini,” kata MTA kepada Serambinews.com.
Sementara MaTA sendiri, kata Alfian, secara tegas menolak adanya perubahan APBA 2021. Alfian menilai kebutuhan perubahan hanya untuk para elite, sehingga isu rumah duafa dan insentif tenaga kesehatan (nakes) dijadikan objek untuk mencari legitimasi publik.
"Kalau serius kenapa tidak dialokasikan sejak pembahasan anggaran di awal tahun 2021. Kenapa diakhir tahun mencoba pura-pura serius. Sudah sepatutnya dihentikan akal-akalan pembajakan APBA," pungkas Alfian.
Yang perlu diperhatikan bersama saat ini, lanjutnya, realisasi anggaran 2021 yang masih sangat rendah.
Per 27 September 2021, realisasi keuangan masih 40.2 persen dan fisik 45.5 persen dimana target realisasi di 30 September nanti hanya 47 persen dari pagu APBA 2021 sebesar 16.445 triliun.
Dari realisasi anggaran tersebut maka terlihat dengan jelas APBA 2021 tidak untuk rakyat, tapi hanya untuk biaya operasional berserta pembayaran gaji aparatur negara yang nilainya 30 persen dari pagu anggaran.
"Pertanyaannya adalah, mareka ngurus apa selama ini? Ambil gaji dan fasilitas mewah tapi tidak bekerja dan terakhir mareka saling menyalahkan sendiri. Jadi ada ketidakwarasan yang sedang di praktik saat ini terhadap uang Aceh dan ini sangat patut untuk dihentikan segera," tegas Alfian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0906koordinator-mata-alfian.jpg)