Berita Banda Aceh
Kabar Gembira Bagi Petani di Aceh, Permintaan Nilam di Eropa Terus Meningkat
Martin menyampaikan, ada peningkatan permintaan dari Eropa terhadap bahan baku industri dari Indonesia. Bahkan, Uni Eropa akan terus mendukung...
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Martin menyampaikan, ada peningkatan permintaan dari Eropa terhadap bahan baku industri dari Indonesia. Bahkan, Uni Eropa akan terus mendukung peningkatan kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara Eropa.
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Uni Eropa melalui ARISE Plus Indonesia dan Bappenas menyelenggarakan webinar yang membahas tentang nilam Aceh pada Kamis (30/9/2021).
Kegiatan itu menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah, akademisi, pengusaha, dan petani/penyuling nilam Aceh.
Diskusi menjadi spesial, karena turut dihadirkan pembeli nilam dari beberapa negara Eropa.
Pertemuan ini juga dalam rangka penjajakan buyer internasional untuk memperkuat rencana Major Project Nilam Bappenas-Kementrian Koperasi di 2022.
Martin Mitov yang mewakili Uni Eropa, menyampaikan kegembiraannya atas terlaksananya webinar ini.
Martin menyampaikan, ada peningkatan permintaan dari Eropa terhadap bahan baku industri dari Indonesia.
Bahkan, Uni Eropa akan terus mendukung peningkatan kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara Eropa.
“Setiap tahun rata-rata ada peningkatan 10-20% permintaan bahan baku atsiri dari industri. Mereka meyakini bahwa produk-produk berbahan baku alami akan meningkatkan kualitas kesehatan bagi penggunanya” ujar Marin.
Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementrian Perdagangan RI, Miftah Farid dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bappenas dan Uni Eropa atas inisiasi webinar yang penting ini.
“Indonesia merupakan negara produsen atsiri terbesar ke-4 di dunia, dan nilam merupakan salah satu produk ekspor atsiri terbesar dari Indonesia," katanya.
"Nilam banyak digunakan untuk berbagai bahan baku industri di berbagai negara, khususnya industri parfum, kosmetika, toiletries dan aroma terapi," tambah Miftah.
Secara umum, lanjutnya, ada perkembangan menggembirakan yang terjadi saat ini dimana neraca perdagangan Indonesia surplus 2,59 miliar dolar pada Juli 2021.
"Melalui pertemuan ini diharapkan akan terjadi komunikasi yang semakin baik antara petani dan penyuling nilam khususnya dari Aceh, dengan pembeli dari manca negara. Sehingga volume ekspor kita bisa meningkat lagi," ujar Miftah lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/uni-eropa-melalui-arise-plus-indonesia-dan-bappenas-menyelenggarakan-webinar-tentang-nilam.jpg)