Breaking News:

Berita Politik

Partai Buruh Terbentuk, Habibi Inseun Ketua Exco Provinsi Aceh

Ketua DPW FSPMI Aceh, Habibi Inseun resmi ditunjuk sebagai Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Aceh periode 2021-2026. 

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Aceh, Habibi Inseun, SE. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Aceh, Habibi Inseun resmi ditunjuk sebagai Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Aceh periode 2021-2026. 

Penetapan Habibi yang juga menjabat Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Perda Aceh ini disampaikan oleh Presiden Partai Buruh, Ir H Said Iqbal, ME dalam Kongres IV pada 4-5 Oktober 2021, di Jakarta. 

Habibi Inseun yang dihubungi, Serambinews.com, Selasa (5/10/2021), mengatakan, saat ini baru nama ketua yang diumumkan dalam kongres, sementara susunan kepengurusan lainnya masih menunggu waktu. 

“Sebelumnya, kami sudah mengajukan susunan pengurus masing-masing exco kabupaten/kota sebelum kongres. Tapi sampai saat ini DPP belum mengirimkan SK-nya,” kata Habibi.

Menurutnya, DPP membutuh waktu yang cukup untuk menentukan sosok yang akan dipercayakan sebagai ketua atau pengurus partai baru tersebut. “Tentu tidak terlalu lama di SK-kan,” ujarnya.

Dengan hadirnya Partai Buruh, Habibi Inseun berharap, masyarakat di Aceh atau kelompok marjinal, bisa dengan mudah menyampaikan aspirasinya untuk mendapatkan kesejahteraan.

Baca juga: Buruh Lingkungan PAG Bersama SPSI Mengadu ke DPRK Lhokseumawe, Ini Persoalannya 

Ia mengajak masyarakat Aceh mendukung kehadiran Partai Buruh agar bisa ikut kontestasi Pemilu 2024. 

Sementara itu, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, partai tersebut lahir setelah disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja agar bisa berjuang di parlemen supaya tidak terulang kembali kasus seperti omnibus law.

“Partai Buruh akan berjuang membatalkan omnibus law,” tegasnya.

Menurut Said Iqbal, semua negara industri memiliki Partai Buruh sebagai partai klas pekerja yang menggagas terwujudnya walfare state atau negara sejahtera. 

Selain bergerak di lapangan, gerakan buruh juga harus bisa masuk ke parlemen untuk menyuarakan aspirasasinya dalam mengimbangi kepentingan pemodal.

Saat ini, ungkapnya, Partai Buruh sudah menyususun kepengurusan di 100% provinsi (34 provinsi), 80% kabupaten/kota (409),  40% kecamatan. Sementara keanggotaan di setiap kabupaten/kota berjumlah 1.000 orang. 

Baca juga: Mualem Kumpulkan Petinggi Partai Politik Koalisi Aceh Bermartabat di Hermes Hotel

Gerakan buruh ini terdiri atas serikat tani, serikat nelayan, forum guru honor, gerakan HAM, masyarakat adat, bidan, pelaku koperasi UMK, MLM, ojek, sopir angkot, pedagang pasar, dan masyarakat kecil lainnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved