Senin, 13 April 2026

Internasional

Presiden Terguling Afghanistan Sudah Perkirakan Kabul Jatuh ke Tangan Taliban

Presiden terguling Afghanistan Ashraf Ghani sudah perkirakan Kabul jatuh ke tangan Taliban sebulan sebelumnya.

Editor: M Nur Pakar
Al-Jazeera
Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Presiden terguling Afghanistan Ashraf Ghani sudah perkirakan Kabul jatuh ke tangan Taliban sebulan sebelumnya.

Dia mulai berlatih melarikan diri, setidaknya sebulan sebelum Kabul jatuh ke tangan Taliban seperti yang dituduhkan berbagai pihak.

Seorang pejabat di pasukan perlindungan Presiden Ashraf Ghani curiga dengan persiapan tersebut, dia segera dipecat.

Hal itu disampaikan oleh seorang mantan orang dalam istana kepresidenan kepada 1TV Afghanistan, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (7/10/2021).

Ghani akhirnya melarikan diri dari negara itu ke Uzbekistan dengan salah satu dari tiga helikopter.

Baca juga: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur, Takut Dieksekusi Taliban

Bertepatan dengan Taliban memasuki kota itu pada 15 Agustus 2021.

Mantan pejabat Bank Dunia itu telah dituduh membawa puluhan juta dolar AS ke luar negeri bersamanya, tetapi dia membantah.

Dalam beberapa hari terakhir, media Afghanistan menerbitkan laporan tentang pelarian presiden.

Terutama menyoroti kekacauan di antara pendamping Ghani saat pemerintahannya akan runtuh.

Ghani mengatakan dia melarikan diri untuk menghindari Kabul berubah menjadi pertumpahan darah.

Tetapi pelariannya yang terburu-buru juga melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang akan membuat transisi ibu kota selama dua minggu.

Menurut akun orang dalam lain yang tidak disebutkan namanya pada pukul 8 pagi,

Sebuah harian Afghanistan saat itu melaporkan, Ghani melarikan diri dan pengawalnya berebut kursi di helikopter.

Baca juga: Presiden Ashraf Ghani Bersumpah Akan Kembali Ke Afghanistan Tegakkan Keadilan Bagi Warganya

Ketika pesawat akhirnya terbang ke utara, kru memperingatkan mereka kelebihan beban sehingga harus membuang barang bawaan.

Para pengawal membuang senjata dan pelindung tubuh untuk meringankan beban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved