Internasional
Presiden Terguling Afghanistan Sudah Perkirakan Kabul Jatuh ke Tangan Taliban
Presiden terguling Afghanistan Ashraf Ghani sudah perkirakan Kabul jatuh ke tangan Taliban sebulan sebelumnya.
Ketika helikopter mendarat di Uzbekistan, para pejabat yang melarikan diri disambut dengan kecurigaan oleh pasukan Uzbekistan.
Semua pengungsi kecuali lingkaran dalam Ghani di samping heli dan menghabiskan 31 jam menunggu meringkuk di landasan.
Dia tidak diizinkan untuk menggunakan toilet atau tidur di dalam.
Sehari kemudian sebuah pesawat kecil berkapasitas 60 kursi mendarat untuk membawa seluruh rombongan termasuk Ghani ke UEA.
Ghani sejak itu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dirinya didesak untuk pergi oleh tim keamanannya.
Dengan alasan, jika dirinya tetap tinggal, ada risiko pertempuran mengerikan yang dialami kota itu selama perang saudara tahun 1990-an.
Baca juga: Ashraf Ghani Dicurigai Gelapkan Uang Bantuan Afghanistan, Partai Republik AS Desak Penyelidikan
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya," ujar Ghanis.
"Tapi saya yakin itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," katanya.
Dia menepis laporan telah pergi dengan uang jutaan dolar AS.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-afghanistan-ashraf-ghani1.jpg)