Breaking News:

Berita Kutaraja

Tradisi Pendidikan Dayah Harus Masuk Kampus Dibahas Dalam Talkshow di Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Prof Syamsul Rijal juga menyampaikan bahwa keberadaa dayah dan kampus ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Talkshow Pendidikan Islam yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Nilai-nilai yang ada dalam tradisi pendidikan dayah dianggap penting untuk dibumikan di perguruan tinggi atau kampus yang ada di Aceh. Sebab, keberadaan dayah dan kampus tidak bisa dipisahkan. 

Pembahasan ini mengemuka dalam Talkshow Pendidikan Islam yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (7/10/2021).

Talkshow yang dimoderatori Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Dr Teuku Zulkhairi ini menghadirkan dua orang pembicara utama yaitu Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof Dr Syamsul Rijal MAg dan Ustazah Rahmatillah Rasyidin MAg dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

"Tradisi pendidikan dayah yang dimaksudkan di sini adalah kebiasaan dan adat istiadat yang bernuansa Islam, seperti kebiasaan melakukan salat berjamaah, tadarus Alquran, takzim terhadap guru, menghargai waktu untuk beribadah, dan menghormati sesama kolega yang selama ini telah mengakar kuat dalam tradisi pendidikan dayah," kata Ustazah Rahmatillah.

Prof Syamsul Rijal juga menyampaikan bahwa keberadaa dayah dan kampus ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

"Bahkan, sejak dari dulu UIN ketika masih dalam status IAIN itu saling bergandengan, baik dengan Universitas Syiah Kuala maupun atau dengan dayah-dayah," kata Prof Syamsul. 

Baca juga: Pendidikan Dayah Modern Diuntungkan di Masa Pandemi

Baca juga: Kemenag Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Bahas Peningkatan Kualitas SDM Dayah

Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dayah DQA Gelar Workshop Kurikulum

Menurut Guru Besar Filsafat Islam yang pernah nyantri di Dayah Mudi Mesra Samalanga ini, dayah dan kampus sama-sama penting menjaga agar tidak eksklusif.

Artinya, sambung dia, nilai-nilai kelebihan yang ada di dayah bisa diintegrasikan ke kampus dan sebaliknya apa yang lebih di kampus bisa dibawa ke dayah.

Sementara itu, Ketua HMP PAI, Agam Muhammad Rizki berharap, dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Talkshow Pendidikan Islam itu dibuka oleh Ketua Prodi PAI, Marzuki Abubakar, MSi dan dihadiri seratus mahasiswa UIN Ar-Raniry dan undangan lainnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved