Kamis, 9 April 2026

Uniknya Nama Ikan di Aceh, Penamaan Berdasarkan Ukuran Badan

Ternyata ada beberapa ikan di Aceh yang diberi nama berdasarkan ukuran badannya, sehingga ada satu jenis ikan yang memiliki tiga sampai enam nama.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Serambinews.com/YARMEN DINAMIKA
Suasana penutupan Sidang Komisi Bahasa Daerah Bidang Kemaritiman oleh Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Provinsi Aceh, Agus Priatna, didampingi Redaktur Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Dewi Khairiah, di Hotel Kryiad Muraya Banda Aceh, Selasa (5/10/2021) sore. Sidang ini mengusulkan 235 kosakata bahasa Aceh yang berpotensi dijadikan entri dalam KBBI. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sidang Komisi Bahasa Daerah Bidang Kemaritiman yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Aceh selama dua hari (4-5 Oktober 2021) di Hotel Kryiad Muraya, Banda Aceh, mengungkap banyak hal.

Salah satunya yang mengejutkan adalah tentang penamaan beberapa jenis ikan di Aceh.

Ternyata ada beberapa ikan di Aceh yang diberi nama berdasarkan ukuran badannya, sehingga ada satu jenis ikan yang memiliki tiga sampai enam nama.

Di antara ikan yang memiliki banyak nama itu adalah 'kadra' atau 'belanuet' (belanak).

Ketika kecil (ubiet), 'kadra' dinamakan 'seurampung'.

Ketika ukurannya lebih sejengkal tangan orang dewasa itulah yang bernama 'kadra'.

Baca juga:  Pengantin Baru Dicambuk 200 Kali, Terpidana Pria Harus Dipapah Petugas Turun Panggung

Baca juga: Dianggap Lebih Sehat, Ternyata Tempe Dibungkus Daun Pisang Bisa Datangkan Bahaya Bagi Tubuh

Di atas itu dinamakan 'subon'. Nah, giliran 'kadra'-nya tumbuh sangat besar hingga beratnya mencapai 5 kg per ekor, mulai dinamakan 'rapeung'.

Namun, khusus di wilayah Tibang, Aceh Besar, 'seurampung' itulah yang dinamakan 'kadra' karena masih kecil. Ketika besar dinamakan 'belanuet'.

Ikan dengan multinama lainnya di Aceh adalah tongkol (cakalang).

Di Aceh, tongkol yang paling kecil dinamakan 'nekeng'. Ukurannya sebesar jari kelingking hingga jari jempol tangan pria dewasa.

Satu tingkat di atasnya dinamakan 'jeurebok' dengan ukuran 15-20 cm.

Di atasnya lagi ada 'suree keumong' dengan ukuran 30-45 cm. 'Suree keumong' ini dinamakan juga 'pimpik' atau 'timpik', tergantung dialek daerah.

'Suree keumong' ini biasanya paling enak dipanggang atau diolah jadi keumamah (ikan kayu).

Di atas 'sure keumong', dinamakan 'ame-ame' dengan ukuran panjang 60-80 cm. Nama Latinnya adalah Katsuwonus pelamis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved