PON Papua 2021
Menang Lawan Sumut 2-1, Pelatih Sepakbola Aceh Fakhri Husaini Kritik Wasit, Nilai Paksakan Keputusan
Sangat banyak sekali keputusan dia yang benar-benar membuat kita kecewa,” tegas Fakhri Husaini, mantan pemain timnas Indonesia itu
Penulis: Imran Thayib | Editor: Mursal Ismail
Jika Papua kalah 0-1, maka Aceh juga lolos ke babak empat besar karena unggul produktivitas gol 2-2.
Sementara Papua dan Sumut terpaksa diundi karena sama-sama agregat 1-1.
Baca juga: Anggar Aceh Akhiri Puasa Medali Emas Selama 25 Tahun, Kalahkan Riau 45-39 dalam PON Papua 2021
Bila Sumut menang 2-1, maka ketiga tim di Grup D putaran enam besar sama-sama memikili poin tiga dengan agregat 2-2. Maka ketiga tim terpaksa diundi.
Namun, bila Sumatera Utara berhasil menang dengan skor 3-2. Otomatis Aceh harus angkat koper karena kalah produktivitas gol.
Dengan demikian, kubu Aceh harap-harap cemas menanti laga penentuan kedua kesebelasan.
Wasit dinilai rugikan Aceh
Hasil ini akibat buruknya kepempinan wasit asal Yogyakarta, Farih Hitaba.
Di menit akhir pertandingan, dia memberikan hadiah penalti kepada Sumut. Gol Rian Ramadan di masa injury-time langsung membuka kembali peluang emas.
Baca juga: VIDEO Aceh Tambah Dua Medali dalam Pon Papua 2021 Cabang Anggar
Wasit Fariq Hitaba menilai kapten Aceh, Rizky Yusuf melakukan pelanggaran dalam kotak penalti.
Ternyata, Rizky berhasil membuang bola secara bersih tanpa mengenai kaki pemain Sumut. Eksekusi tendangan 12 pas gagal diselamatkan kiper Aceh, Chairil Zul Azhar.
Bukan hanya itu, keputusan paling kontroversial juga dilakukan Fariq Hitaba pada menit 69.
Ketika itu, Ridha Umami yang sudah memiliki peluang mencetak gol dilanggar secara keras oleh kiper Sumut.
Terjangan keras yang mengakibatkan Umami cedera hanya dijatuhi hukuman kartu kuning.
Fariq Hitaba juga memimpin duel antara Sulawesi Utara dengan Aceh di penyisihan grup. Kepemimpinan sang pengadil tak memperlihatkan kualitas sebagai wasit FIFA.
Alvin Abdul Halim dkk mengawali pertandingan dengan baik. Buktinya, mereka memiliki peluang dari aksi Muzakir di depan gawang Sumut.