Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Pendidikan di Agara Mulai Berbenah, Penguatan Budaya Lokal Masuk Kurikulum, Pengamat Nilai Begini

Sebab, Pemkab telah mengeluarkan Perbup yang mengatur strategi pemahaman adat budaya Alas pada para siswa di seluruh sekolah Aceh Tenggara.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman, ST, MKes 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pendidikan sekolah dasar (SD) hingga tingkat SLTP di bawah jajaran Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tenggara (Agara) dinilai mulai memasuki babak baru.

Pasalnya, setelah puluhan tahun, kini  dunia pendidikan Agara sudah memiliki dasar hukum pengajaran untuk penguatan adat istiadat dan budaya Alas di SD dan SMP.

Sebab, Pemkab telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur strategi pemahaman adat budaya Alas pada para siswa di seluruh sekolah Aceh Tenggara.

"Ini sangat membanggakan karena menjadi bagian dari pelestarian adat budaya lokal yang ada agar jangan sampai tergerus oleh zaman dan pergantian generasi," ujar Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman kepada Serambinews.com, Sabtu (9/10/2021).

Diterangkan Nasrul, saat ini setiap sekolah negeri di Aceh Tenggara harus memiliki karakter dan telah dibuatkan aturan dan mekanismenya dengan Perbup Aceh Tenggara.

“Misalnya dulu kita tidak pernah melihat para guru menyambut para murid memasuki sekolah, maka sekarang hal tersebut telah dilaksanakan, ada Shalat Dhuha dan Zuhur bersama serta beberapa aktivitas pembentukan karakter lainnya,” urai dia.

Baca juga: Disdikbud Agara Terapkan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka, Target Guru Divaksin 70 Persen

Baca juga: 2.228 Murid SMP di Agara Ikuti Ujian ANBK, Bukan Tes Kenaikan Kelas Tapi untuk Hal Ini

Baca juga: Gawat! Anggaran Makan Minum di Setdakab Agara Tumpah Tindih, Indikasi Mark-up Capai Rp 7 Miliar

Dalam soal pengawasan kinerja para guru, pegawai, kepala sekolah serta pengawas sekolah maka saat ini sudah ada sistem informasi yang dapat secara langsung setiap waktu memonitor kinerja aparat pendidikan tersebut, waktu kehadiran, keaktifan mengajar, jam pulang sekolah, mekanisme pengawasan dan sebagainya.

Disebabkan wilayah Aceh Tenggara yang sangat luas dan beberapa sekolah berada jauh di pelosok yang susah diakses kenderaan, maka Disdikbud telah membuatkan sistem administrasi sekolah yang memungkinkan setiap guru dan pegawai sekolah tidak harus ke ibu kota kabupaten jika hendak mengurus kepangkatan dan soal administrasi pegawai lainnya.

Para ASN pendidikan cukup mendatangi kantor camat setempat dan berinteraksi melalui jaringan yang online yang mudah dan bebas dari praktek pungli serta mudah diakses.

Beberapa inovasi tersebut di atas, menurut Dr Nasrul Zaman, merupakan inovasi utama dalam pengelolaan pendidikan SD/SLTP di Aceh Tenggara.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved