Internasional
Polisi India Tangkap 500 Muslim Kashmir, Usai Serangan Militan dan Pembunuhan
Polisi India menangkap sedikitnya 500 orang dalam penumpasan besar-besaran di Kashmir yang dikuasai India.
Pembunuhan minggu lalu ini tampaknya memicu ketakutan yang meluas di kalangan komunitas minoritas.
Banyak keluarga Hindu memilih meninggalkan Lembah Kashmir yang mayoritas Muslim.
Mereka yang tewas termasuk seorang ahli kimia Hindu Kashmir terkemuka, dua guru sekolah agama Hindu dan Sikh.
Baca juga: Pasukan India Gerebek Puluhan Rumah Tokoh Jamaat-e-Islamic di Kashmir, Terbesar Sejak 2019
Termasuk, seorang pedagang makanan jalanan Hindu dari negara bagian Bihar di India timur.
Menurut polisi, mereka yang ditahan dalam penumpasan berikutnya termasuk anggota kelompok agama, aktivis anti-India dan pekerja di luar negeri.
Sebuah istilah yang digunakan pihak berwenang India untuk simpatisan dan kolaborator militan.
Wilayah Himalaya Kashmir dibagi antara India dan Pakistan.
Kedua kekuatan musuh bebuyutan bersenjata nuklir mengklaimnya secara keseluruhan.
Pemberontak di bagian Kashmir yang dikuasai India untuk memerangi pemerintahan New Delhi dimulai sejak 1989.
Sebagian besar Muslim Kashmir mendukung tujuan pemberontak untuk menyatukan wilayah itu.
Baik di bawah pemerintahan Pakistan ataupun sebagai negara merdeka.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasukan-india-di-kashmir.jpg)