Sabtu, 9 Mei 2026

Internasional

Polisi India Tangkap 500 Muslim Kashmir, Usai Serangan Militan dan Pembunuhan

Polisi India menangkap sedikitnya 500 orang dalam penumpasan besar-besaran di Kashmir yang dikuasai India.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Polisi India dalam jumlah besar dikerahkan ke kawasan Muslim Kasmir, seusai pembunuhan warga Hindu, Minggu (10/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, SRINAGAR - Polisi India menangkap sedikitnya 500 orang dalam penumpasan besar-besaran di Kashmir yang dikuasai India.

Hal itu menyusul serangkaian dugaan serangan militan dan pembunuhan yang ditargetkan di wilayah yang disengketakan.

Para penyerang menembak mati tiga orang Hindu dan seorang Sikh di kota utama kawasan Srinagar, seperti dilansir AP, Minggu (10/10/2021).

Serangan itu menjadi kekerasan yang tiba-tiba terhadap warga sipil yang dikutuk secara luas oleh politisi Kashmir yang pro dan anti-India.

Polisi menyalahkan serentetan pembunuhan pada gerilyawan yang berperang melawan pemerintahan India di wilayah itu selama beberapa dekade.

Para pejabat, Minggu (10/10/2021) mengatakan telah menahan mereka dalam tiga hari terakhir lebih dari 500 orang di Lembah Kashmir untuk diinterogasi.

Baca juga: India Melihat Taliban Sebagai Ancaman Baru di Kashmir

Dikatakan, mayoritas tahanan dari kota utama Srinagar.

Polisi mengatakan gerilyawan yang tergabung dalam Front Perlawanan (TRF) menembak dan membunuh tujuh orang sejak pekan lalu.

Sehingga, meningkatkan jumlah korban tewas dari serangan semacam itu tahun ini menjadi 28 orang.

Sementara 21 dari mereka yang terbunuh adalah Muslim, tujuh di antaranya berasal dari komunitas minoritas Hindu dan Sikh.

Para pejabat mengatakan TRF adalah front lokal untuk kelompok militan Lashkar-e-Taiba.

Jaringan itu dibentuk setelah India pada 2019 melucuti wilayah status semi-otonomnya.

Baca juga: Anggota Komisi HAM OKI Kunjungi Perbatasan Kashmir, Bertemu Para Korban Pelanggaran Gencatan Senjata

Sekaligus, menghapus status kewarganegaraan dan penguncian keamanan dan pemutusan jaringan komunikasi selama berbulan-bulan.

Kashmir tetap gelisah sejak pihak berwenang juga memberlakukan banyak undang-undang baru.

Ditakuti oleh para kritikus dan banyak warga Kashmir dapat mengubah demografi kawasan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved