Breaking News:

Salam

Update NIK Dulu, Baru Vaksinasi!

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (10/10/2021) kemarin mewartakan imbauan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Kadis Disdukcapil Kota Banda Aceh, Dra Emila Sovayana (kanan) dan staf pelayanan, sedang memperlihatkan blangko dokumen kependudukan di Kantor Disdukcapil setempat, Jumat (3/7/2020). 

Harian Serambi Indonesia edisi Ahad (10/10/2021) kemarin mewartakan imbauan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh, Dra Emila Sovayana, agar warga Banda Aceh segera mengupdate nomor induk kependudukan (NIK)-nya ke kantor disdukcapil setempat. Hal itu dimaksudkan supaya ke depan memudahkan warga dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, warga Banda Aceh yang data kependudukannya tidak online harus melakukan konsolidasi data NIK terlebih dahulu ke Disdukcapil, sebelum melakukan vaksinasi.Emila menyampaikan, selama musim vaksinasi sekarang ini pihaknya sering didatangi oleh warga yang sudah divaksinasi, tapi datanya tidak terbaca pada aplikasi PeduliLindungi, karena NIK-nya tidak online.

Oleh karena itu, Emila mengimbau warga Banda Aceh yang ingin melakukan vaksinasi dan datanya tidak online agar dapat melakukan konsolidasi data/update NIK terlebih dahulu. Caranya, datang langsung ke Kantor Disdukcapil Kota Banda Aceh atau ke counter Dukcapil di Mal Pelayanan Publik.

Selain itu, warga juga bisa melakukan update, dengan mengirimkan NIK-nya ke nomor WhatsApp (WA) Disdukcapil Kota Banda Aceh di 0895338331409.

Nah, apa yang disampaikan Emila Sovayana ini sangatlah penting dan tidak boleh dianggap enteng. Soalnya, selama pandemi Covid-19 belum berakhir, kelancaran berbagai urusan kita di negeri ini sangat tergantung pada aplikasi PeduliLindungi. Mau registrasi untuk bisa vaksinasi pun data yang diminta adalah NIK, selain nama. Alamat pun harus yang sama persis dengan yang di kartu tanda penduduk (KTP).

Jadi, percuma rasanya ikut vaksinasi tahap 1 dan 2 kalau toh sertifikat vaksinnya tidak muncul di aplikasi PeduliLindungi hanya karena NIK-nya tidak online. Apalagi kalau kasusnya lebih ruwet daripada itu, misalnya, kode tanggal, bulan, atau tahun lahir di NIK (KTP) salah ketik, maka otomatis nanti kalau keluar sertifikat vaksinnya, pastilah dengan data yang salah. Jadi konyol kan, karena tak bisa dipakai sertifikat vaksinasinya.

Itu baru satu urusan. Belum lagi kalau kita melakukan penerbangan di masa pandemi ini. Apakah itu rapid antigen atau swab PCR sebagai syarat penerbangan, pastilah yang diminta untuk diisikan ke formulir atau ke aplikasi adalah NIK. Nah, bayangkan apa jadinya kalau NIK kita tidak online atau ada angka yang keliru di dalam NIK itu, pastilah urusan untuk mendapatkan hasil rapid antigen atau swab PCR jadi tidak mulus.

Berikutnya, kalau kita isi E-HAC yang berisi data kesehatan terbaru kita untuk keperluan penerbangan, salah satu kunci kelancarannya ya pada NIK juga.

Demikian pula saat clearance akhir jelang naik pesawat di bandara tertentu, misalnya Bandara Soekarno-Hatta, lagi-lagi NIK itu sebagai passwordnya. Tak terkecuali jika kita ingin masuk mal, NIK yang sudah terekam di aplikasi PeduliLindungi-lah kunci utamanya. Berurusan di bank pun NIK juga yang diminta, bukan nomor handphone. Jadi, ikuti segera imbauan untuk mengupdate NIK Anda sebelum ikut vaksinasi atau hendak bepergian naik pesawat. Dan rasanya, imbauan ini bukan hanya berlaku bagi warga Kota Banda Aceh, melainkan juga relevan untuk seluruh penduduk Aceh. Nah, pastikan segera NIK Anda online agar berbagai urusan menjadi lancar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved