Berita Aceh Selatan
Harga Cabai dan Bawang Merah di Aceh Selatan Turun, Harga Kebutuhan Pokok Lainnya Stabil
Informasi terkait masih stabilnya harga kebutuhan pokok di Aceh Selatan tersebut sesuai data yang diperoleh Serambinews.com dari Dinas Perdagangan Pe
Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
Informasi terkait masih stabilnya harga kebutuhan pokok di Aceh Selatan tersebut sesuai data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Selatan.
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisonal dalam Kabupaten Aceh Selatan hingga Senin (11/10/2021) dilaporkan stabil.
Hanya beberapa jenis kebutuhan pokok yang harganya turun.
Informasi terkait masih stabilnya harga kebutuhan pokok di Aceh Selatan tersebut sesuai data yang diperoleh Serambinews.com dari Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Selatan.
Selain itu, juga hasil tinjauan langsung ke Pasar Inpres Tapaktuan, Senin (11/10/2021).
“Harga kebutuhan yang mengalami penurunan harga seperti cabai merah harga enceran sekarang Rp 30.000/Kg atau turun 25,00 %, cabai rawit enceran Rp 35.000/Kg atau turun 12,50 % dari harga sebelumnya.
Selanjutnya cabai hijau besar saat ini Rp 20.000/Kg atau turun sekitar 20,00 % dari harga sebelumnya dan bawang merah saat ini harga encerannya Rp 25.000/Kg atau turun 16,67 % dari harga sebelumnya,” kata Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, Armahdi Mahzar SE, Senin (11/10/2021).
Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok lainnya, Armahdi Mahzar hingga Senin (11/10/2021) masih stabil.
Ditanyai mengenai penyebab turunnya harga barang, jelas Armahdi karena banyaknya pasokan barang dari daerah penghasil.
“Sedangkan kenaikan terjadi akibat kurangnya persediaan barang. Namun untuk saat ini sebagian besar harga barang kebutuhan masih stabil,” ungkapnya.
Pantauan Serambinews.com di Pasar Inpres Tapaktuan sejak beberapa pekan terakhir ini terlihat sepi.
Menurut keterangan sejumlah pedagang kondisi ini dipicu oleh faktor ekonomi masyarakat yang selama pandemi Covid-19 yang sangat sulit.
“Kondisi ekonomi masyarakat sekarang tidak stabil, makanya daya beli juga lemah,” ujar seorang pedagang di Pasar Inspres Tapaktuan. (*)